Perayaan Waisak di Berbagai Negara, Bisa Jadi Rekomendasi Traveling Berikutnya!

Lentera saat perayaan Waisak (foto: traveltriangle.com)

Hari Waisak adalah hari suci bagi umat Buddha. Bahkan, itu dianggap sebagai hari paling suci dalam Kalender Buddhis. Perayaan Waisak atau ulang tahun Sang Buddha diperingati setiap tahun pada hari Minggu terdekat dengan bulan purnama di bulan Mei. Ini adalah hari libur yang dinantikan oleh umat Buddha di seluruh dunia, meskipun tanggal pastinya mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain.

DUntuk tahun ini, Waisak di beberapa negara jatuh pada Senin, 16 Mei 2022, termasuk Indonesia. i Tanah Air sendiri, Hari Raya Waisak juga masuk menjadi hari libur nasional. Sama seperti perayaan hari keagamaan lainnya, Waisak juga diperingati umat Buddha dari berbagai negara dengan tradisi dan perayaan khas negara masing-masing.

Umumnya, penganut Buddhis mendekorasi rumah mereka dengan lentera, mengambil bagian dalam prosesi perayaan, dan mengenakan pakaian putih khusus untuk menandai acara tersebut. Selain itu, teman dan keluarga juga dapat saling mengirim kartu.

Nah, penasaran seperti apa perayaan Waisak di berbagai negara? Berikut kami rangkum perayaan yang dilakukan umat Buddha dari negara-negara di Asia. Siapa tahu, bisa jadi rekomendasi destinasi traveling kamu berikutnya.

India

India merupakan rumah bagi sekitar sembilan juta umat Buddha yang tersebar di seluruh dunia. Di negara ini, hari libur Waisak dikenal sebagai Buddha Purnima atau Buddha Jayanthi. Perayaan ini merupakan acara beragam yang mencerminkan tradisi lokal dengan Dharamsala berfungsi sebagai pusat agama Buddha Tibet.

Seperti di banyak negara lainnya, umat Buddha India biasanya akan berpakaian putih dan pergi ke kuil dan biara untuk mendengarkan sutra, atau khotbah, dan menjalani diet vegetarian.

Baca juga: 8 Tempat Wisata Malang untuk Liburan Seru!

Bhutan

Patung Buddha di Dzong Monastery, Bhutan (foto: unsplash/@raimondklavins)

Parinirvana Sang Buddha, atau Duechen Nga Zom, selalu jatuh pada hari ke-15 bulan keempat penanggalan Bhutan (Saga Dawa), yang sering kali jatuh pada bulan Mei atau Juni setiap tahunnya. Tahun ini, Waisak di Bhutan jatuh pada Senin, 16 Mei 2022. Di negara yang berciri khas Buddha ini, seluruh bulan Saga Dawa adalah keberuntungan. Selain itu, Bhutan melarang impor dan penjualan daging selama bulan paling suci ini.

Pada hari Waisak atau Duechen Nga Zom, ribuan umat di seluruh negeri mempersembahkan doa dan lampu mentega di lhakhang dan goendey (kuil dan biara). Berhala dan relik keagamaan ditampilkan untuk memberikan berkah. Di Thimphu, ibu kota Bhutan, banyak orang akan berkumpul di biara dan benteng Tashichho Dzong, yang juga merupakan pusat pemerintahan dan ruang tahta serta kantor raja. Melakukan praktik keagamaan seperti mengunjungi biara, memutar roda doa, dan membuat persembahan, diyakini menggandakan pahala spiritual pada hari ini.

China dan Hong Kong

Meskipun secara resmi merupakan negara republik komunis sekuler, China adalah rumah bagi populasi terbesar umat Buddha Mahayana dengan lebih dari 244 juta penganut. Bahkan, Waisak merupakan hari libur resmi di Hong Kong dan Taiwan. Fódàn, sebutan lokal untuk ulang tahun Sang Buddha, diadakan di kuil-kuil Buddha dengan memberikan persembahan kepada biksu dan menyalakan dupa. Di China, liburan Hari Waisak berfokus terutama pada upacara Yùfójié, atau Memandikan Buddha.

Nepal

Perayaan Waisak di Lumbini, Nepal

Nepal diyakini merupakan tempat kelahiran Buddha yang asli. Di Hari Waisak, ribuan umat berbondong-bondong ke Lumbini untuk menyumbangkan berbagai bahan keperluan kepada komunitas yang kurang beruntung dan memberikan penghormatan kepada biara-biara.

Orang-orang merayakan hari ini dengan mengenakan pakaian putih sambil menghindari mengkonsumsi daging. Kheer, bubur beras manis, disajikan untuk mengenang kisah seorang gadis yang menawarkan semangkuk bubur susu kepada Sang Buddha setelah ia meninggalkan jalan pertapaan setelah enam tahun melakukan pertapaan ekstrim. Peristiwa ini menandakan salah satu mata rantai utama dalam pencerahannya, di mana ia menyadari bahwa tanpa makanan seseorang tidak dapat berbuat apa-apa dan menahan diri dari menyakiti tubuhnya sendiri.

Kamboja

Di Kamboja, Ulang Tahun Buddha disebut Visak Bochea dan juga merupakan hari libur nasional. Seperti biasa dalam agama Buddha Theravada, bendera Buddha dikibarkan di atas kuil dan diarak di jalan oleh para biksu. Para biksu juga mengadakan pawai membawa bunga teratai, lilin, dan dupa, dengan orang-orang biasanya menawarkan makanan kepada para biksu.

Baca juga: Ikonik Maya Bay di Thailand Akhirnya Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Thailand

Di Thailand, hari lahir Buddha yang disebut Visakha Puja adalah hari libur nasional. Orang-orang berkumpul di kuil untuk mendengarkan pidato para biksu. Selain itu, umat Buddha diharapkan untuk melantunkan doa dan menyumbang atau mempersembahkan makanan, bunga, dan lilin, yang dimaksudkan untuk melambangkan sifat terbatas dari kehidupan material.

Srilanka

Di Sri Lanka, Waisak adalah hari libur resmi yang berlangsung selama dua hari pada bulan purnama pertama bulan Mei. Selama waktu ini, semua toko minuman keras dan rumah jagal ditutup untuk memastikan tidak ada kematian yang terjadi selama perayaan Waisak. Kuil mengadakan perayaan saat penduduk setempat mendekorasi rumah mereka dan jalan-jalan dipenuhi dengan lilin dan lentera. Dansala, prasmanan gratis untuk para biksu dan mereka yang kurang mampu dibuka. Dan pandol, gerbang dekoratif yang melambangkan pencerahan didirikan dengan bagian-bagian berbeda dari kisah Buddha yang digambarkan di seluruh negeri.

Myanmar

Ziarah ke Shwedagon Pagoda di Yangon, Myanmar (foto: insightguides.com)

Hari Lahir Buddha dirayakan pada hari bulan purnama Kason, bulan kedua dari kalender lunar yang secara tradisional diikuti di Myanmar. Setiap tahun, umat Buddha di negara ini membawa tempayan air berduyun-duyun ke pagoda untuk menyirami pohon Maha-Bodhi yang suci (pohon beringin yang suci), dipercaya sebagai tempat Pangeran Siddharttha mencapai pencerahan.

Tindakan menyiramkan air ke pohon beringin merupakan ekspresi ketakwaan dan rasa hormat. Hal ini terutama terjadi karena bulan Kason berada di tengah musim panas. Umat Buddha percaya, menyirami pohon beringin tercinta untuk memastikan mereka bertahan di bumi yang kering dan kekeringan.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Eropa Terbaik di 2022

Singapura

Juga disebut Waisak di Singapura, ulang tahun Buddha dirayakan dengan mendekorasi kuil dengan bendera Buddha dan bunga teratai dan membuat persembahan. Selain itu, ada juga tradisi melepaskan burung dan hewan ke alam, untuk melambangkan tindakan pembebasan. Meskipun hal ini dilarang di banyak negara setelah para ahli mengklaim bahwa hewan tersebut gagal bertahan hidup di luar penangkaran.

Perayaan Hari Waisak di berbagai negara

Merupakan salah satu perayaan utama, Waisak dirayakan umat Budda di berbagai negara. Nah, negara-negara Asia ini bisa lho jadi salah satu destinasi wisata untuk traveling nanti setelah pandemi. Kira-kira, traveler mengincar negara mana dari daftar di atas?