google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Perkembangan Terbaru Seputar Varian Baru Covid-19 Omricon

Mutasi dari virus corona dengan nama Omicrona atau B.1.1.529 ini cukup menyita perhatian masyarakat dunia dan menimbulkan kekhawatiran baru selama penanganan pandemi Covid-19 di seluruh belahan dunia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan varian Omicron ini ke dalam kategori variant of concern atau varian yang harus diperhatian. Varian Omicron ini pun sudah mempunyai banyak sekali mutasi bila dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Oleh karena itulah, kami sudah merangkum dari berbagai sumber tentang perkembangan terbaru seputar varian Omicron yang telah menyebar di sejumlah negara.

1. Mutasi Virus Corona SARS – CoV – 2

Varian Omicron ini diturunkan dari garis keturunan B.1.1 ini memiliki 32 mutasi pada protein spike lonjakan, bagian dari virus yang dipergunakan pada sebagian besar vaksinasi guna memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia dalam melawan infeksi virus corona.

Protein lonjakan inilah yang nantinya akan memberikan lapisan pada bagian luar virus memungkinkannya dapat menempel dan juga masuk ke dalam sel – sel tubuh manusia.

Vaksin ini juga bakalan melatih tubuh Anda untuk dapat mengenali lonjakan protein dan segera menetralkan hingga dapat mencegah terjadinya infeksi sel dalam tubuh.

Mutasi pda protein lonjakan tersebut dapat memengaruhui kemampuan virus corona untuk menginfeksi sel dan juga penyebarannya, namun bisa pula mempersulit sel kekelaban menyerang patogen.

Hal ini pun bisa menimbulkan masalah pada respons imun yang diinduksi oleh vaksin. Mutasi yang dapat menyebabkan protein lonjakan ini kurang dikenali oleh sistem antibodi tubuh, yang mana bisa membuatnya tidak akan selektif dalam menetralkan virus, bisa juga melewati pertahanan kekebalan dan pada akhirnya menyebabkan infeksi.

2. Berpotensi Terjadi Lonjakan Kasus

Prof de Oliveria PhD, selaku Direktur CERI, menjelaskan bahwa genom dari varian baru Omicron ini mengandung konstelasi mutasi yang berbeda dengan lainnya. Mutasi – mutasi virus inilah yang dikhawatirkan bakalan membantunya untuk bisa menghindari sistem kekebalan atau pun justur meningkatkan penularan yang jauh lebih mudah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan bahwa varian baru Omicron ini bisa membawa risiko lonjakan kasus infeksi yang cukup tinggi. Tiap lonjakan dari kasus infeksi ini pun memiliki konsekuensi yang begitu parah.

Meskipun demikian adanya, masih belum ada kematian yang diakibatkan oleh varian baru Omricon. Sejauh ini pun, kurang lebih ada 20 negera yang sudah mendeteksi kasus infeksi yang disebabkan oleh varian baru Omicron, di antaranya adalah Israel, Hong Kong, Afrika Selatan, Inggris, Belanda, Belgia, Kanada, Prancis, Austria, Swedia, Portugas, Israel, Jepang, Arab Saudi, Brasil, Spanyol, Australia dan Republik Ceko.

Adapun varian Omicron ini sudah membuat catatan kasus baru di Afrika Selatan bertambah hampir dua kali lipat selama satu hari pada Rabu, 1 Desember 2021 lalu. Kasus baru di Afrika Selatan ini juga mengalami kenaikan menjadi 8.561 dari 4.373 kasus di hari sebelumnya.

3. Gejala Infeksi Varian Omicron

Gejala dari varian Omicron ini bisa dikatakan berbeda dengan gejala infeksi virus corona pada umumnya, namun cenderung lebih ringan. Pasien yang sudah terinfeksi varian Omicron ini akan mengalami kelelahan yang begitu hebat, tetapi tidak sedang mengalami kehilangan bau maupun perasa.

‘’Gejala yang mereka alami juga cenderung berbeda dan begitu ringan dari apa yang telah saya tangani sebelumnya,’’ ungkap seorang dokter dari Afrika Selatan yang mana merupakan orang pertama sebagai pelapor virus corona varian Omicron, dr Angeligue Coetzee.

Selain rasa lelah yang begitu terasa, para pasiennya pun mengalami rasa nyeri pada tubuh, sakit kepala, serta denyut nadi menjadi meningkat. Akan tetapi, pasien – pasien ini menunjukkan perkembangan baik sesudah mendapatkan perawatan dalam beberapa hari.

Adapun mayoritas dari pasien yang memiliki gejala ringan tidak perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut lagi.

4. Pemberhentian Sementara Perjalanan Ke Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi telah menangguhkan penerbangan dari sejumlah negara sebagai langkah antisipasi penyebaran varian Omicron. Beberapa dari negara yang tidak mendapatkan izin masuk ke Arab Saudi, di antaranya adalah Zambia, Malawi, Mauritius, Angola, Sychelles, Madagaskar dan juga Komoro.

Selain itu juga, orang – orang non Arab Saudi yang datang langsung maupun transit dari negara – negara yang ditangguhkan, kecuali bagi mereka yang telah melakukan prosedur kesehatan sesuai dengan aturan pemerintah Arab Saudi seperti menghabiskan waktu 14 hari untuk karantina.

Mereka pun wajib untuk melakukan karantina selama kurang lebih lima hari terlepas dari status vaksinasinya. Beberapa penerbangan dari dan ke sejumlah negera di benua Afrika pun ikut serta ditangguhkan, seperti halnya Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Eswatini, Lesotho dan Mozambik.

Untuk orang yang telah melalui negara – negara tersebut setelah tanggal 1 November 2021, maka diwajibkan melakukan tes PCR dengan hasil negatif ketika datang ke Arab Saudi.

5. Perjalanan Internasional Indonesia

Pemerintah indonesia juga telah mengambil langkah antisipasi dengan cara melakukan pelarangan penerbangan sementara waktu dari Afrika Selatan, Leshoto, Botswana, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Namibia, Hong Kong, Angola, dan Mozambik. Penangguhan ini berlaku bagi para pelaku perjalanan dari sejumlah negara tersebut dalam kurun waktu selama 14 hari.

Selain itu juga, dilakukan pula penyesuaian masa karantina, dengan negara – negera di atas wajib melaksanakan selama 14 hari, dengan melakukan tes ulang PCR di hari kedatangannya dan satu hari sebelum masa karantina dinyatakan selesai.

Ada juga bagi para pelaku perjalanan internasional selain dari negara di atas wajib menjalani karantina selama kurang lebih 7 hari, dengan tes PCR sebelum keberangkatannya, ketika kedatangan, serta hari keenam selama masa karantina.

Akan tetapi, aturan seputar karantina ini berbeda halnya untuk WNA Travel Corridor Arrangement atau TCA,  para pemegang visa diplomatik dan dinas, kunjungan setingkat menteri ke atas beserta rombongannya, serta delegari dari negara – negara anggota G20.

Daftar 10 Wilayah di Indonesia Dengan Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi

Kasus infeksi virus corona di indonesia, pada hari Sabtu, 4 Desember 2021 tercatat bertambah sebanyak 246 kasus. Jumlah ini pun terus bertambah jadi lebih banyak satu kasus dari data pada hari Jumat, 3 Desember 2021 yang sebanyak sekitar 245 kasus.

Dari data penyebaran kasus infeksi virus corona yang telah dirilis oleh BNPB, dengan penambahan kasus tersebut, maka total dari kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi sebanyak 4.257.489 kasus.

Untuk hari ini, penambahan dari kasus terbanyak besar dari provinsi Jawa Barat. Di hari sebelumnya ialah DKI Jakarta.

Jawa Barat juga mencatat jumlah dari kasus positif tertinggi sebanyak 49 kasus. Hanya berbeda satu kasus dengan DKI Jakarta yang tercatat sekitar 48 kasus positif Covid-19.

Berikut ini ada 10 wilayah yang menyumbangkan angka tertinggi dari infeksi virus corona pada hari ini, antara lain :

  1. Jawa Barat sebanyak 49 kasus
  2. DKI Jakarta sebanyak 48 kasus
  3. Jawa Tengah sebanyak 36 kasus
  4. Jawa Timur sebanyak 27 kasus
  5. DIY sebanyak 14 kasus
  6. Papua Barat sebanyak 13 kasus
  7. Bali sebanyak 10 kasus
  8. Bangka Belitung 5 kasus
  9. Banten 5 kasus, serta
  10. Kalimantan Barat sebanyak 5 kasus

Sementara untuk pasien yang sembuh pada hari ini bertambah sebanyak 314 hingga total dari kasus sembuh hingga 4.105.994.

Sedangkan untuk kasus meninggal dunia pada hari ini 5 orang, lebih tinggi dari capaian hari sebelumnya sekitar 8 orang. Dengan inilah, total kasus meninggal dunia tercatat 143.863 orang. Secara kumulatifnya, turun hingga 73 orang dengan total tercatat 7.632 orang.