google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Program Vaksinasi Nasional Covid-19 Tahapan Ketiga: Target Dan Proses Pelaksanaan

Program vaksinasi covid-19 tahapan ketiga

Program vaksinasi nasional Covid-19 di  Indonesia akan segera dilakukan secara bertahap dengan menargetkan sekitar 70 persen masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi. Untuk saat ini vaksinasi sudah masuk ke tahapan ketiga dengan target pemberian vaksinasi kepada masyarakat rentan berumur 18 tahun ke atas.

DKI Jakarta Titik Mulai Program Vaksinasi Covid-19 Tahap Ketiga

Program vaksinasi Covid-19 tahap ketiga ini akan segera dimulai secara bertahap pada bulan Juni 2021 di beberapa kota – kota besar di Indonesia, di antaranya adalah Kota Bandung, Kota Yogyakarta, dan juga Kota Medan.

Vaksinasi tahapan ketiga ini sudah menargetkan sebanyak 149 juta masyarakat yang berada di wilayah urban dan padat penduduk dinilai cukup rentan terpapar Covid-19 maupun mengelami kerentanan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi virus corona. Untuk kriteria rentan ini mencakup masyarakat miskin, penduduk yang bermukim di zona merah Covid-29 atau pun wilayah padat penduduk, penyandang disabilitas dan juga ODGJ.

‘’Pertama kali yang wajib mendapatkan vaksinasi tahapan ketiga ini adalah masyarakat yang rentan dari aspek geo spasial, yang artinya adalah tinggal di sekitar wilayah dengan angka kejadian infeksi Covid-19 yang cukup tinggi atau zona merah,’’ ungkap juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dokter Siti Nadia Tarmizi saat diskusi online, pada hari Selasa 18 Mei 2021 lalu.

Selain dengan kelompok masyarakat yang cukup rentan secara geo spasial dan juga ekonomi, kelompok penyandang disabilitas dan juga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pun termasuk ke dalam target vaksinasi Covid-19 tahapan ketiga.

Pendataan dari target penerima vaksin Covid-19 ini telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI yang bekerja sama langsung dengan berbagai komunitas, dinas sosial, hingga yayasan lainnya.

Untuk wilayah DKI Jakarta sudah terlebih dulu memulai vaksinasi Covid-19 tahapan ketiga sebagai projek percontohan atau pilot project yang sebelumnya memulai vaksinasi dalam skala nasional.

‘’Dalam kurun dari 5 hingga 18 Mei 2021, ada sebanyak 142 ribu masyarakat rentan di 445 RW, telah mendapatkan vaksinasi,’’ tulis Pemprov DKI Jakarta melalui akun istagram resmi, pada haru Jumat 28 Mei 2021 lalu.

Di dalam unggahan yang sama pun, Pemprov DKI Jakarta menjelaskan mengenai 3 kriteria kelompok masyarakat rentan.

Warga dari total 445 RW menjadi prioritas yang sudah tercantum dalam Pergub DKI No. 90 tahun 2018.

Warga dari wilayah RW yang sudah ditemukan kasus positif Covid-19 dengan varian baru. Wilayah tersebut sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan.

Warga di wilayah RT yang merupakan masuk dalam zona merah atau pun oranye yang sudah ditentukan berdasarkan pada aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Jenis Vaksin Covid-19 Yang Digunakan Untuk Tahapan Ketiga

Pemerintah tidak mengumumkan secara rinci mengenai jenis vaksin Covid-19 yang bakalan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 tahapan ketiga ini. Pemerintah juga sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak pilih – pilih merek vaksin dikarenakan pemerintah sudah memastikan hanya mempergunakan vaksin Covid-19 yang telah dinyatakan aman.

‘’Dikarenakan semua vaksin ini sama baiknya, yang artinya adalah vaksin sudah lolos uji klinik tahapan ketiga dan sudah masuk dalam daftar WHO sebagai vaksin yang dapat digunakan,’’ tegas dokter Nadia.

Untuk sejauh ini Indonesia sudah menetapkan jenis – jenis vaksin yang akan dipergunakan dalam program imunisasi Covid-19 program dari pemerintah dan juga vaksinasi untuk skema gotong royong.

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan, hanya ada sekitar 6 vaksin yang bakal digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Vaksin yang dimaksudkan ini ialah vaksin Covid-19 buatan Moderna, Pfizer BioNTech, AstraZeneca, Sinopharm, PT Bio Farma Persero, serta Sinovac Biotech Ltd.

Program Vaksinasi Covid-19 dari Pemerintah

Vaksinasi Covid-19 yang telah dipergunakan dalam vaksinasi program pemerintah tahapan pertama dan juga kedua yaitu AstraZeneca dan juga Sinovac.

Sinovac ini adalah vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal China Sinovac Biotech Ltd. Vaksin ini pun berjensi inactivated virus atau pun virus yang sudah dimatikan. Efikasi dari vaksin Sinovac ini sekitar 50,38 persen.

Sedangkan untuk AstraZeneca ini adalah vaksin Covid-19 yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Inggris AstraZeneca yang sudah berkolaborasi dengan para peneliti dari Universitas Oxford. Tingkat efikasi dari vaksin AstraZeneca ini ialah 82,4 persen.

Rencananya pemerintah Indonesia juga bakalan memakai vaksin Pfizer dan juga Novavax dalam imunisasi Covid-19 nasional untuk program pemerintah.

Kemudian ada pun vaksin Covid-19 yang dipergunakan dalam skema gotong royong yang menggunakan vaksin buatan perusahaan farmasi asal China yaitu SInopharm. Vaksin ini juga berjenis virus yang sudah dimatikan. Tingkat efikasinya sekitar 79,34 persen.

WHO pun sudah memberikan izin penggunaan darurat pada tanggal 7 Mei 2021 dan juga memperkiran efikasinya sebesar 78,1 persen.