google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Prosesor Intel dan Apple M1, Mana yang Lebih Unggul?

prosesor intel dan apple m1
Source : http://www.macpoin.com

Sebagaimana kita ketahui, meskipun MacBook menggunakan sistem operasi iOS, namun pada dapur pacunya dipercayakan kepada Intel yang memang terkenal sebagai pelopor di dunia chipset prosesor. Belakangan, muncul perbandingan spesifikasi diantara prosesor Intel Core Gen 11 dengan Apple M1. Sebenarnya bagaimanakah perbandingan prosesor Intel dan Apple M1

Setelah muncul beragam pembahasan dan benchmark antara prosesor Apple M1 dengan prosesor Intel Core Gen-11 dimana ternyata mengunggulkan Apple M1, akhirnya pihak Intel pun buka suara dengan menyerahkan hasil benchmark versi mereka sendiri.

Menurut hasil benchmark yang dilakukan Intel, prosesor Intel Core Gen-11 (Tiger Lake) diklaim lebih kencang dan stabil dibanding dengan Apple M1. Apple M1 sendiri merupakan prosesor buatan Apple yang belum lama ini menggantikan Intel pada lini MacBook keluaran teranyar. Klaim terkait ketangguhan Intel ini dituangkan ke dalam sebuah pengujian yang melibatkan MacBook Air M1 dan dua laptop lain yang dipersenjatai dengan Intel Core i7-1165G7 (RAM 8 GB) dan i7-1185G7 (RAM 16 GB) pada dapur pacunya.

Sementara rangkaian tes yang diujikan meliputi tes produktivitas, performa, gaming, daya tahan baterai, dan lain sebagainya. Pada pengujian produktivitas keseluruhan menggunakan standar tes WebXPRT 3 melalui browser Chrome, Intel mengklaim bahwa prosesor Intel Core i7-1185G7 30 persen lebih kencang dibanding Apple M1.

Hasil dari tes ini, prosesor milik Intel diklaim lebih kencang 2,3x daripada Apple M1. Sementara mengenai kinerja pemrosesan konten, prosesor Intel Core i7-1185G7 diklaim lebih cepat 1,7x dari Apple M1 pada saat menggunakan sejumlah fitur export di aplikasi Adobe Premiere Pro. Aktivitas bermain game pun lebih mumpuni, karena melihat pada pengujian sektor gaming, Intel mengklaim bahwa prosesor Tiger Lake sanggup menjalankan sejumlah game yang tidak bisa dijalankan oleh Apple M1.

Penilaian tersebut sebenarnya masih wajar, sebab Apple M1 merupakan chipset baru, sehingga para pengembang masih harus menyesuaikan game mereka. Performa chip Tiger Lake milik Intel untuk memainkan sejumlah game benchmark sendiri diklaim lebih bisa diandalkan dibanding Apple M1. Sewaktu menjajal permainan Total War: Three Kingdoms dan Middle Earth: Shadow of Mordor, prosesor Intel Tiger lake yang dipadu dengan VGA Intel Iris Xe dapat menjalankan kedua game dengan rata-rata frame rate di angka 60,6 dan 71,2 fps.

Sedangkan Apple M1 disebut hanya mampu memainkan kedua game tadi di angka rata-rata 46,6 dan 32,2 fps. Namun begitu, ada beberapa game dalam pengujian tersebut yang menunjukkan bahwa Apple M1 memiliki performa lebih baik, seperti pada game Shadow of the Tomb Rider, Hitman, hingga Borderlands 3. Ketiga game tersebut dapat berjalan di Apple M1 dengan rata-rata frame 35, 78, dan 35,7 fps. Sedangkan pada prosesor Intel Tiger Lake, ketiga game tersebut hanya bisa berjalan dengan frame rate 32, 59,3, dan 34,6 fps.

Bergeser ke sisi daya tahan baterai, performa prosesor Tiger Lake milik Intel tidak beda jauh dari pesaingnya Apple M1. Keduanya hanya selisih beberapa menit dalam hal uji daya tahan. Laptop Intel Core i7-1165G7 yang diuji cobakan (bukan Intel Core i7-1185G7) sanggup bertahan selama 10 jam 6 menit sewaktu digunakan untuk menonton Netflix sambil berselancar browsing di Chrome dengan tingkat kecerahan layar 250 nits. Sementara MacBook Air M1 dapat bertahan enam menit lebih lama, yaitu 10 jam 12 menit dalam metode pengujian yang sama. Hanya saja, browser yang digunakan pada MacBook Air M1 adalah browser bawaan Apple, yaitu Safari.

Tidak hanya performa, Intel juga melakukan pengujian terhadap prosesor Tiger Lake dan Apple M1 dalam sekitar 25 tes performa berdasarkan pada penggunaan aplikasi di dunia nyata. Dari puluhan uji coba tersebut, Intel mengklaim bahwa Apple M1 gagal menjalankan 8 tes yang terbilang cukup sederhana. Beberapa diantara tes tersebut adalah menjalankan fitur “Switch to Calendar” di Outlook, “Start video conference” di Zoom, hingga “Select Picture Menu” di PowerPoint.

Namun perlu diingat, klaim yang dijabarkan oleh Intel sendiri disebut banyak pihak belum akurat dan terkesan “mencurigakan”. Pertama, Intel membandingkan prosesor Tiger Lake dengan chip Apple M1 yang ada pada MacBook model “Air” versi tanpa dibekali kipas, bukan versi “Pro”. Jika pengujian melibatkan model Pro, akan muncul kemungkinan hasil pengujian mengalami perubahan. Intel sendiri dalam tes tersebut menggunakan dua model laptop yang ditenagai prosesor dan kapasitas RAM yang berbeda, yakni prosesor Intel Core i7-1165G7 (RAM 8 GB) dan i7-1185G7 (RAM 16 GB).

Ini dapat terlihat saat Intel menggunakan prosesor Intel Core i7-1185G7 untuk pengujian produktivitas, performa, dan juga gaming. Sementara, pada pengujuan baterai, pihak Intel mengalihkannya ke prosesor Intel Core i7-1165G7. Ditambah lagi, aspek-aspek yang diuji Intel sejatinya ditentukan oleh satu aturan lengkap benchmark yang dibuat oleh pihak internal perusahaan, contohnya seperti pengujian berbasis penggunaan sehari-hari atau RUG tadi.