Putin Kumpulkan Sekutu di Moskow, Siap Hajar NATO?

Putin Kumpulkan Sekutu di Moskow, Siap Hajar NATO?

Pada hari Senin, 17 Mei 2022 waktu setempat, sejumlah pemimpin aliansi pertahanan Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) sedang melakukan pertemuan di Moskow, Rusia. Pertemuan antara sekutu Rusia tersebut dilangsungkan ketika serangan Kremlin ke Ukraina masih terus terjadi dan hubungan pemerintah Presiden Vladimir Putin dengan aliansi pakta pertahanan NATO kian merenggang.

Dalam laporan media Rusia TASS, presiden Putin memimpin langsung pertemuan CSTO tersebut. Sejumlah kepala negara telah hadir, seperti Armenia, Belarus, Tajikistan, Kazakhstan, dan Kirgistan.

Disebutkan penemuan lab Amerika Serikat di Ukraina termasuk juga bergabungnya Swedia dan Finlandia ke pakta pertahanan pimpinan Amerika Serikat atau NATO tersebut menjadi pembahasan tersendiri. Di sisi lainnya, ada fenomena protes anti pemerintah di sejumlah negara bekas Uni Soviet yang dikenal dengan istilah Revolusi Warna pun ikut diperbincangkan.

‘’Putin juga menjelaskan dalam pertemuan puncak bahwa Rusia sudah lama menyatakan keprihatinan mengenai aktivitas lab biologi milik Amerika Serikat di negara bekas Uni Soviet, dan tujuan utama dari lab biologi Amerika tersebut ialah guna mengumpulkan bahan biologis dan mempelajari pola penyebaran virus tersebut,’’ mengutip laporan dari Sputnik, pada hari Selasa lalu.

‘’Mengomentari keputusan Swedia dan Finlandia untuk bergabung menjadi anggota NATO, Putin pun menjelaskan bahwa perluasan NATO ke arah ini tidak akan menciptakan ancaman untuk Rusia. Putin juga menyebutkan kedua negara tersebut tidak mempunyai masalah atau perselisihan dengan Kremlin. Namun, perluasan infrastruktur militer aliansi NATO ke Swedia dan Finlandia ini akan meminta tanggapan dari Rusia,’’ tambah laporan tersebut.

Sementara itu juga, dalam laporan dari media China Global Times, para anggota CSTO pun meyakini adanya ancaman stabilitas di negara – negara yang sedang mengalami Revolusi Warna. Kabar terbaru, Kazakhstan juga mengalami kerusakan yang ditakutkan bakal mirip seperti apa yang sudah terjadi di Ukraina.

Zhu Yongbiao selaku Direktur Pusat Studi Afganistan di Universitas Lanzhou, menjelaskan bahwa beberapa dari anggota CSTO khawatir bahwa fenomena yang terjadi merupakan provokasi dari negara Barat. ‘’Beberapa dari negara Barat tengah menghakimi CSTO dan mengatakan bahwa CSTO semakin menjadi firewall guna mencegah kekuatan luar melakukan revolusi di kawasan Asia Tengah,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Rusia menyerang Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu. Pasukan militer Rusia sudah menyerang sejumlah kota – kota besar di seluruh negara Ukraina, meliputi ibu kota Kyiv, Berdyansk, Kharkiv, Sumy, Berdyansk, dan Chernihiv.

Sejumlah pejabat Barat pun mengklaim bahwa perang tersebut dapat menjadi yang terbesar di benua Eropa sejak tahun 1945. Menurut PBB, jumlah korban pada awal pekan lalu mencapai lebih dari 3.380 jiwa.

Salah satu alasan serangan yang dilancarkan oleh Rusia ialah keinginan Ukraina untuk bergabung menjadi anggota NATO. Akibat dari keputusan Rusia menyerang tersebut, pihak Barat memberikan banyak sekali sanksi kepada Rusia, termasuk juga ke migas yang menjadi sumber pendapatan utama Negeri Beruang Merah tersebut.

Mengenal Apa Itu CSTO Sekutu Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan para pemimpin negara anggota aliansi pertahanan Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) di Moskow, pada hari Senin, 17 Mei 2022 lalu. Dalam pertemuan yang diadakan saat serangan Rusia ke Ukraina masih terus dilakukan dan hubungan Moskow dan aliansi pakta pertahanan NATO yang terus merenggang.

CSTO sendiri merupakan sebuah aliansi pertahanan yang sekarang ini memiliki anggota dari negara – negara bekas wilayah Uni Soviet, meliputi Rusia, Belarus, Kirgistan, Armenia, Tajikistan, dan Kazakhstan. Sebelumnya, Uzbekistan menjadi anggota aliansi CSTO hingga tahun 2012.

Selama pendiriannya, CSTO sebelumnya merupakan tindak lanjut dari sebuah perjanjian yang sudah disahkan pada tanggal 20 April 1994. Pada tahun 2002, status CSTO naik menjadi sebuah aliansi yang diakui oleh dunia internasional dengan memperoleh status sebagai pengamat dalam Majelis Umum PBB.

Aliansi ini sendiri mempunyai sebuah aturan yang hampir sama seperti NATO. CSTO memiliki aturan bahwa jika ada salah satu dari anggotanya diserang, maka itu bakal menjadi serangan bagi semua anggota CSTO.

‘’Jika ada salah satu negara anggota yang menjadi sasaran agresi oleh negara maupun kelompok negara mana pun, maka ini bakal dianggap sebagai agresi terhadap seluruh negara pihak dalam perjanjian ini,’’ tulis pasal 4 aliansi tersebut sebagaimana yang sudah dikutip langsung dari situs resminya, pada hari Selasa, 17 Mei 2022.

‘’Dalam hal tindakan agresi pada salah satu negara yang ikut berpartisipasi, seluruh negara peserta lainnya bakal memberikan bantuan yang sedang dibutuhkan, termasuk militer, dan juga akan memberikan dukungan yang mereka punya dalam melaksanakan hal untuk pertahanan kolektif sesuai dengan Pasal 51 dari Piagam PBB.’’