Saksi KPU Tegaskan Server Sirekap Sudah Diaudit BSSN dan BRIN

KPU
Saksi KPU jelaskan Sirekap sudah diaudit oleh BRIN dan BSSN.

cr photo: Kompas.

Pihak saksi yang dihadirkan KPU membantah sejumlah tuduhan, di antaranya soial audit Sirekap yang belum dilakukan oleh BSSN dan juga BRIN, selain itu ia juga menegaskan server Sirekap terletak di Jakarta bukan luar negeri. Pada sidang sengketa Pilpres 2024 yang digelar hari ini, Rabu (3/4/2024), pihak dari KPU menghadirkan saksi dan juga sejumlah ahli untuk membantu memberikan keterangan. Salah satunya Yudistira Dwi Wardhana yang pada kesempatan ini menjelaskan bahwa Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sudah diaudit oleh pihak BSSN dan BRIN, juga letak servernya di Jakarta bukan di luar negeri, seperti yang sebelumnya dituduhkan.

Pada pelaksanaan Pemilu serta Pilpres 2024 sendiri KPU memang melakukan inovasi dengan menggunakan sebuah sistem bernama Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi). Sirekap sendiri berfungsi untuk membantu petugas KPPS melakukan rekapitulasi melalui salah satunya unggahan foto formulir surat suara secara real time. Akan tetapi kemudian sistem ini menimbulkan polemik tersendiri lantaran dalam beberapa kasus ditemukan banyak kekurangan. Di antaranya dari mulai perubahan suara yang cukup signifikan hingga data yang belum juga dimutakhirkan.

Kemudian dalam persidangan yang digelar pada Rabu, 3 April terungkap bahwa KPU ternyata bekerjasama dengan Ali Baba, sebuah perusahaan teknologi asal Tiongkok yang menimbulkan spekulasi lain, yaitu letak server Sirekap yang diduga bukan ada di Indonesia. Kemudian selain itu ada juga dugaan lain yang menyebut bahwa Sirekap belum mendapatkan audit dari sejumlah pihak yang berwenang seperti BSSN dan juga BRIN. Pertanyaan ini diungkapkan oleh Bambang Widjojanto, salah satu kuasa hukum dari Tim Anies-Muhaimin.

Respon Saksi KPU

Demi memberikan keterangan terhadap pertanyaan pertanyaan tersebut, pada persidangan hari Rabu (3/4/2024) ini pihak KPU pun mendatangkan beberapa saksi, salah satunya adalah Yudistira Dwi Wardhana yang merupakan pengembang dari Sirekap yang juga alumi ITB. Pada kesempatan tersebut, Yudistira menegaskan bahwa letak server Sirekap terletak di Jakarta meski ia tak bisa mengatakan lokasi detailnya.

Yudistira memang mengakui bahwa KPU bekerjasama dengan Ali Baba untuk bisa mengembangkan Sirekap. Akan tetapi ia menjelaskan loksi servernya tetaplah di Indonesia, yaitu di Jakarta. Yudistira juga menjelaskan bahwa Sirekap memakai IP Bayangan karena di awal mereka menyadari kesalahan, yaitu alamat IP aslinya terungkap ke publik. Hal itulah yang membuat pihaknya kemudian berinisiatif merubahnya.

Selain itu, Yudistira juga menjawab pertanyaan dari kuasa hukum Anies-Muhaimin mengenai proses audit yang dilakukan terhadap Sirekap. Terkait hal tersebut, Yudistira menegaskan bahwa Sirekap sudah mendapat audit dari dua lembaga yang berwenang, yaitu BSSN dan juga BRIN. Ia pun meminta maaf karena baru bisa menjelaskannya sekarang. Kemudian ia juga mengatakan bahwa Sirekap sendiri belum sempurna sepenuhnya.

Pernyataan Saksi KPU

“(Mengenai) Server yang disimpan di luar negeri itu berita yang tidak benar. Lokasinya tetap di Jakarta gitu, (tapi) untuk lokasinya secara detail saya tidak bisa (menyebutkan). Saat itu kita butuh waktu sampai dengan 18.30, Alhamdulillah kita bisa dapat pinjaman IP yang bapak bisa lihat IP-nya saat ini.” ujar Yudistira selaku saksi dari KPU di persidangan, mengutip laporan di laman CNN Indonesia.

“Saat tadi bicara soal pertanyaan, apakah kami sudah merasa benar? Tidak, sama sekali tidak ada yang sempurna di bawah langit ini, dan itu saya selalu pahami. Lalu apakah kami sudah lakukan audit? Sudah, kami sudah audit, sudah ada dua lembaga yang melakukan audit pada Sirekap. Dari pihak BRIN sudah lakukan audit, kemudian dari pihak BSSN juga sudah lakukan technical assestment.” jelasnya menambahkan.