Sandiaga Uno Resmi Bergabung PPP

Sandiaga Uno Dipakaikan Kemeja Hijau Sebagai Tanda Resmi Bergabung Dengan PPP
Sandiaga Uno Dipakaikan Kemeja Hijau Sebagai Tanda Resmi Bergabung Dengan PPP

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno secara resmi telah dikenalkan sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Proses bergabungnya Sandi ke PPP digelar dalam sebuah acara yang digelar di kantor pusat PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/6) sore. 

Dalam acara tersebut, Sandiaga Uno diberikan jaket hijau muda berlambang Ka’bah oleh Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono. Selain itu, Sandiaga juga menerima kartu tanda keanggotaan (KTA) partai berlambang Ka’bah tersebut. 

Pengumuman keanggotaan Sandiaga sebagai kader PPP juga disaksikan oleh sejumlah pengurus pusat PPP, termasuk Sekjen Arwani Thomafi, para wakil ketua umum, serta pimpinan majelis partai.

Sandiaga kemudian memamerkan KTA yang telah ia terima dari atas panggung, menandakan keanggotaannya yang baru di PPP.

Kabar kepindahan Sandiaga dari Gerindra ke PPP telah menguat dalam beberapa bulan terakhir sejak awal tahun 2023. Isu mengenai kepindahan tersebut muncul seiring dengan kehadiran Sandiaga di beberapa acara PPP, meskipun saat itu ia masih menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Pada tanggal 23 April, Sandiaga secara resmi dikabarkan mengirim surat pengunduran diri dari Partai Gerindra, partai yang menjadi tempat dia bernaung sejak Pilkada DKI Jakarta 2017. Surat pengunduran diri tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melalui Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Namun, isu kepindahan Sandiaga ke PPP sempat meredup setelah ia juga dikabarkan dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia beberapa kali hadir dalam acara PKS dan memberikan sinyal nostalgia terhadap partai tersebut.

Sementara itu, Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi, menyatakan bahwa Sandiaga Uno akan menduduki posisi strategis setelah resmi bergabung dengan partai. Sebagai seorang kader, peluang Sandiaga untuk diusulkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden 2024 juga semakin besar.

Achmad Baidowi menyatakan bahwa dengan ketokohan sekaliber Sandi, pihaknya akan menyiapkan posisi strategis atau posisi terhormat. Namun, dia menegaskan bahwa posisi tersebut bukan termasuk tiga posisi utama seperti ketua umum, sekretaris jenderal, atau bendahara. Achmad Baidowi mengungkapkan hal ini di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (13/6).

Kehadiran Sandiaga Uno sebagai kader PPP membawa angin segar bagi partai tersebut dalam menghadapi Pemilihan Umum 2024. Dengan latar belakangnya yang sebagai seorang pengusaha sukses dan pengalaman politiknya sebagai mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi PPP serta meningkatkan elektabilitas partai dalam kontestasi politik mendatang.

Alasan Bergabung

Sandiaga Uno, membagikan perjalanan pikirannya sebelum memutuskan untuk bergabung dengan PPP. Ia mengungkapkan telah melakukan kontemplasi selama tujuh bulan dan bahkan memberikan penghormatan kepada ibunya, Mein Uno, yang berusia 82 tahun. 

“Selama tujuh bulan dalam proses kontemplasi, saya banyak mendapatkan pandangan dari para kiai, habib, ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, dari seluruh wilayah Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua,” ungkap Sandiaga di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (14/6).

Sebelum mengunjungi markas PPP pada hari Rabu, Sandiaga Uno mengaku memberikan penghormatan kepada ibunya dengan mencium tangan beliau dan meminta restu. Tidak hanya itu, Sandiaga juga berkomunikasi dengan istri tercintanya sebelum memutuskan untuk bergabung dengan partai politik berlambang Ka’bah ini. 

Sandiaga menyatakan bahwa sang istri menerima dengan baik niatnya untuk bergabung dengan PPP, karena keluarga mereka adalah bagian dari PPP.

Di sisi lain, Sandiaga mengungkapkan rasa ikhlasnya jika nantinya ia tidak dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo. Mantan kader Gerindra ini sepenuhnya mempercayakan keputusan tersebut kepada Muhammad Mardiono, dan partai pendukung Ganjar. 

Sandiaga mengungkapkan pemahamannya bahwa keputusan tersebut berada di bawah kendali pimpinan partai dan koalisi partai politik. Oleh karena itu, dia mengungkapkan kesiapannya dengan ikhlas, dan dia yakin bahwa Allah akan membuka jalan terbaik bagi PPP dan Indonesia.

Keputusan Sandiaga Uno untuk bergabung dengan PPP didasari oleh pertimbangan hati yang mendalam dan dukungan yang kuat dari keluarga tercinta. Ia berharap dapat memberikan kontribusi yang positif dalam perjuangan partai ini dan mencapai tujuan bersama untuk kemajuan Indonesia.

Angkat Elektabilitas PPP

Beberapa pengamat berpendapat bahwa kehadiran Sandiaga Uno di PPP berpotensi memberikan dampak positif terhadap elektabilitas partai tersebut. Salah satu alasan utamanya adalah karena popularitas yang dimiliki oleh Sandiaga Uno, seorang pengusaha sukses dan tokoh yang terkenal di dunia politik. 

Nama Sandiaga Uno sudah dikenal oleh masyarakat luas, dan keberhasilannya dalam bisnis serta pengalamannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta telah memberikan dia basis penggemar dan dukungan yang kuat.

Hendri Satrio, seorang pengamat politik dari Universitas Paramadina, menyatakan bahwa kehadiran Sandiaga Uno dapat menarik pemilih muda dan kaum urban. Generasi muda sering melihat Sandiaga Uno sebagai sosok inspiratif yang memiliki kemampuan dalam mengembangkan bisnis dan dianggap sebagai figur yang mampu membawa perubahan positif. 

Oleh karena itu, kehadiran Sandiaga Uno di PPP dapat menjadi dorongan bagi pemilih muda untuk memilih partai tersebut dalam kontestasi politik.

Kemampuan Sandiaga Uno dalam membangun koneksi dan jaringan yang kuat juga dianggap sebagai keuntungan bagi PPP. Sebagai seorang pengusaha, dia memiliki akses yang luas ke berbagai kalangan, baik dari sektor bisnis, politik, maupun masyarakat sipil. 

Dalam politik yang sangat bergantung pada jaringan dan dukungan, kehadiran Sandiaga Uno di PPP dapat memberikan manfaat dalam memperkuat posisi partai dan mengembangkan sinergi antara PPP dengan berbagai elemen masyarakat.

Namun, ada tanggapan skeptis terhadap peran Sandiaga Uno dalam PPP. Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Indonesia, berpendapat bahwa popularitas Sandiaga Uno tidak menjamin kesuksesan PPP dalam mendapatkan dukungan yang signifikan. 

Menurutnya, program dan agenda partai yang jelas, serta kemampuan partai dalam merespons aspirasi dan kebutuhan masyarakat juga sangat penting.

Kuskridho Ambardi, seorang pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, menekankan pentingnya sinergi antara Sandiaga Uno dan struktur partai PPP yang sudah ada. Menurutnya, kerja sama yang baik antara Sandiaga Uno dengan elite partai serta kolaborasi dalam merumuskan program dan strategi politik yang efektif adalah faktor penting dalam meraih kesuksesan. 

Tanpa adanya sinergi tersebut, kehadiran Sandiaga Uno di PPP mungkin tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap elektabilitas partai.

Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), menyebut bahwa bergabungnya Sandiaga Uno ke PPP membawa banyak keuntungan bagi partai tersebut. Menurutnya, Sandiaga Uno dapat menjadi magnet elektoral bagi PPP karena ketokohannya dan latar belakangnya sebagai seorang pengusaha yang memiliki logistik melimpah.

Kiprah Sandi di Dunia Politik 

Bergabungnya Sandi ke PPP menjadi babak baru dari perjalanan politik Menparekraf itu. Terlebih, sebelumnya Sandiaga telah melewati beberapa peristiwa penting dalam perjalanan karir politiknya. Pada tahun 2015, ia pertama kali terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota Partai Gerindra di bawah komando Prabowo Subianto.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2017, Sandiaga mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Saat itu, ia dipilih untuk maju bersama Anies Baswedan dan berhasil memenangkan putaran kedua dengan perolehan suara sebanyak 57,96%. Pasangan Anies-Sandiaga berhasil mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang hanya mampu mengumpulkan 42,04% suara.

Setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober 2017, Sandiaga Uno memulai tugasnya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan bekerja di Balai Kota Jakarta. Namun, menurut catatan Tempo, ia hanya menjabat selama 10 bulan. 

Pada tanggal 27 Agustus 2018, Sandiaga secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Keputusannya ini diambil untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Namun, perjalanan politik Sandiaga bersama Prabowo tidaklah mudah. Untuk bisa maju bersama Prabowo, Sandiaga harus “mundur” dari Partai Gerindra, partai yang telah lama menjadi tempatnya berkarir. Hal ini dilakukan karena jika kedua calon berasal dari partai yang sama, mereka akan menghadapi kesulitan mendapatkan dukungan politik.

Pengumuman ini secara langsung disampaikan oleh Prabowo, Ketua Umum Gerindra dan pasangan calon dalam Pilpres 2019, pada 9 Agustus 2018 di Kertanegara. Prabowo menjelaskan bahwa Sandiaga harus diterima oleh partai-partai lain dan meminta Sandiaga untuk mundur dari Gerindra. 

Meskipun Sandiaga telah membangun karir di Gerindra selama cukup lama dan menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina, ia harus melepaskan semua jabatan tersebut dan meninggalkan Gerindra agar dapat diterima sebagai calon independen.

Namun, dalam pertarungan Pilpres tersebut, pasangan Prabowo-Sandiaga harus menghadapi kekalahan dari pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Setelah itu, Sandiaga memutuskan untuk mengambil istirahat dari dunia politik dan menikmati waktu bersama keluarganya. Ia sering membagikan momen kebersamaannya dengan sang istri dan mengunjungi Amerika untuk bertemu dengan kedua putrinya.

Meski demikian, masa-masa tidak berpartai dialami Sandiaga hanya sebentar. Sebab pada Oktober 2019, dirinya memutuskan untuk kembali bergabung bersama Gerindra.

Pada tanggal 23 Desember 2020, Sandiaga dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sementara Prabowo dilantik sebagai Menteri Pertahanan. Kedua pasangan calon ini bergabung dalam kabinet Jokowi, yang mengakhiri polemik politik identitas yang muncul selama Pilpres 2019.

Namun, pada 23 April 2023, Sandiaga mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri dari Partai Gerindra setelah bertemu dengan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Kuningan, Jakarta Selatan. 

Kabar tersebut menjadi mengejutkan karena Gerindra selama ini telah memainkan peran penting dalam karir politik Sandiaga. Pada tanggal 14 Juni 2023, Sandiaga secara resmi bergabung dengan PPP, dengan sambutan meriah di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat. Sandiaga menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dan seragam resmi PPP langsung dari Plt Ketua Umum, Muhammad Mardiono.

Sandiaga menyatakan bahwa ia memutuskan untuk bergabung dengan PPP dengan tujuan mewujudkan 4 AS, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Ia berkomitmen untuk menyebarkan semangat tersebut dalam upaya memajukan ekonomi Indonesia. Sandiaga berjanji akan bekerja sepenuh hati untuk PPP dan Indonesia dengan membuka jalan terbaik bagi kedua entitas tersebut.

Dengan keputusannya bergabung dengan PPP, perjalanan politik Sandiaga Uno terus berkembang. Dalam partainya yang baru, ia memiliki harapan besar untuk berkontribusi dalam memajukan negara dan mengemban tugas-tugas politik yang lebih berat di masa depan.