google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Sekelumit Curiga Dari Rencana Pengadaan Alutsista

Prabowo Rencanakan Proyek Pengadaan Alutsista 1,7 Kuadriliun

Sebuah dokumen rahasia pemerintah disebutkan telah bocor, yang mengungkap rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang hendak melakukan belanja Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Diketahui, biaya yang dianggarkan untuk kebutuhan belanja alutsista itu tidak main-main, di mana jumlahnya mencapai Rp1,7 kuadriliun. Sejumlah fakta pun mencuat dan menimbulkan kecurigaan bahwa kebijakan belanja alutsista itu merupakan bentuk permainan elit politik dan berpotensi merugikan negara. 

Sebagai informasi, rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu tertuang dalam Rancangan Peraturan Presiden mengenai Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional indonesia Tahun 2020 – 2024 (alpalhankam). 

Lebih lanjut, peralatan militer yang rencananya akan dibeli Prabowo antara lain seperti:

  • Kapal selam Scorpene – 4 unit – Rp6,3 triliun
  • Jet tempur Dassault Rafale – 36 unit – Rp60 triliun
  • Amunisi kaliber 5,56 MM MU 5TJ – 600 juta butir – USD210 juta
  • Pembaruan senapan M16-A1 – 20 ribu unit – USD30 juta
  • Kendaraan Armored MPV – 315 unit – USD300 juta
  • Mortir – 2.500 unit – Rp793 miliar
  • Integrated Personnel Protection (IPP) – 3.017 set – Rp197,76 miliar

Prabowo menegaskan bahwa rencana itu masih belum menghasilkan keputusan final dan sedang digodok bersama sejumlah pihak terkait. 

Tentunya, dengan jumlah anggaran yang sangat fantastis itu, publik pun dibuat bertanya-tanya. Sejumlah pihak pun mengungkapkan kecurigaannya, bahwa ada kepentingan tersembunyi di balik rencana pengadaan alutsista tersebut. 

Berikut sejumlah kecurigaan yang muncul dari rencana Prabowo itu:

Gunakan Utang Luar Negeri

Kritikan datang dari anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PDIP, Effendi Simbolon karena proyek tersebut akan menggunakan skema utang luar negeri. Dirinya pun tidak percaya bahwa kebijakan untuk melakukan pinjaman luar negeri demi membiayai belanja alutsista itu tidak akan membebani rakyat.

“Omong kosong dana pinjaman sebesar itu tidak membebani keuangan negara. Siapa bilang tidak membebani? Wong namanya utang, kok. Kamu utang terus seluruh rakyat Indonesia sampai nanti tahun 2044 disuruh bayar, masak nggak membebani?” ungkap Effendi. 

Dirinya juga membantah pernyataan Prabowo yang sebelumnya menjelaskan bahwa rancangan Peraturan Presiden itu sudah beberapa kali dibahas dengan Komisi I DPR sebelumnya. 

“Nggak pernah. Ke siapa dia bahas berkalanya? Tanya dia. Ngarang. Itu mungkin perorangan” tambahnya. 

Keterlibatan Orang Dekat Prabowo

Prabowo juga menjelaskan bahwa nantinya yang akan diserahi untuk mengurus proyek pengadaan itu adalah PT Teknologi Militer Indonesia (TMI). Alasan Prabowo menunjuk PT TMI adalah karena di dalam perusahaan itu terdapat orang-orang yang memang ahli dalam masalah alutsista, sehingga pemerintah membutuhkan adanya transfer ilmu teknologi militer bersamaan dengan pengadaan alutsista itu. 

Namun fakta menarik terungkap dari perusahaan yang ditunjuk secara langsung oleh Prabowo itu. 

Diketahui, para petinggi dari PT TMI tersebut memiliki hubungan dekat dengan Prabowo. Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), ada beberapa orang yang merupakan kader dari Partai Gerindra dan juga rekan dekat Prabowo menduduki jabatan penting di PT TMI. 

  1. Glenny Kairupan yang merupakan Komisaris Utama dari PT TMI. Diketahui Glenny dulunya sama-sama masuk Akabri bersama Prabowo tahun 1970 di Lembah Tidar, Magelang, bersama dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Ryamizard Ryacudu. Diketahui, Glenny lulus terlebih dahulu tahun 1973 dan Prabowo menyusul di tahun berikutnya. Glenny juga seorang kader Partai Gerindra, yang menduduki jabatan sebagai anggota Dewan Pembina partai. 
  1. Yudi Magio Yusuf juga menjadi Komisaris di PT TMI. Jejak karirnya, dia lulus dari Akabri di tahun 1973. Kemudian di tahun 1986 sampai 1989 menjadi Staf Atase Pertahanan RI di London, Inggris. Lalu pada tahun 1998 sampai 2001 menjadi Atase Pertahanan RI di Canberra, Australia. Kemudian pada tahun 2003 sampai 2006, dia menjabat sebagai Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI AD. Untuk saat ini, Yudi juga menjadi komisaris di PT Ancora Indonesia Resources dan juga menjadi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.
  1. Prasetyo Hadi juga merupakan komisaris di PT TMI. Saat ini dia adalah anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra. Dia baru menjabat sejak bulan September tahun 2020 lalu, melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
  1. Angga Raka Prabowo juga komisaris di PT TMI. Dia sebelumnya ajudan pribadi Prabowo. Namanya mendadak populer karena ketahuan merupakan sosok utama di balik surat kabar Independent Observer yang sering menerbitkan berita miring soal Jokowi, yang kala itu menjadi saingan Prabowo dalam Pilpres 2019. Bahkan terungkap juga bahwa surat kabar itu dibiayai oleh Prabowo. 
Prabowo Saat Kunjungi Pameran Alutsista TNI

Selain sejumlah nama yang diketahui merupakan kader partai Gerindra, terungkap juga bahwa ada tiga direktur dan seorang komisaris PT TMI yang statusnya tidak memiliki saham di perusahaan itu. Nama-nama itu antara lain Satrio Dimas Aditya, Wicaksono Aji, Tony Setya Boedi Hoesodo. 

Sementara nama lainnya juga diketahui seperti Harsusanto yang menjabat sebagai Direktur Utama, Mundasir sebagai Direktur dan Nugroho Widyotomo sebagai komisaris. Nama-nama tersebut juga diketahui memiliki hubungan yang sangat erat dengan Prabowo. 

PT TMI diketahui didirikan pada tanggal 14 Agustus 2020 sebagai perusahaan swasta nasional dan statusnya adalah Perseroan Tertutup. Tujuan didirikannya adalah untuk menjadi industri pengolahan, industri pesawat terbang dan perlengkapannya, kemudian juga reparasi pemasangan mesin dan peralatan, serta reparasi produk logam pabrikasi, mesin dan peralatannya.

PT TMI juga merambah industri instalasi sistem kelistrikan, pipa air, konstruksi, komunikasi jaringan irigasi, komunikasi dan limbah sampai dengan konstruksi telekomunikasi navigasi udara. 

Dari keterangan Wicaksono Aji yang merupakan Corporate Secretary dari PT TMI, perusahaan itu merupakan bentukan dari Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan. Sebagai informasi, yayasan ini dulu memiliki nama Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan. 

Lebih lanjut, PT TMI menjadi wadah para ahli alutsista dengan teknologi canggih, para ahli elektronik, dan juga para teknokrat anak bangsa yang mempelajari teknologi alutsista terbaik. 

Gerindra Mengamini

Saat dimintai konfirmasinya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tidak membantah bahwa ada sejumlah kader partainya yang menduduki jabatan penting di PT TMI. Namun untuk Prasetyo Hadi disebutkan telah keluar dari kepengurusan partai, sejak diangkat sebagai anggota DPR.

“Pertama, saya konfirmasi bahwa yang bernama Prasetyo Hadi telah mengundurkan diri sejak PAW jadi anggota DPR, sejak enam bulan yang lalu,” kata Dasco. 

Sementara untuk ketiga orang lainnya, yakni Glenny, Yudi dan Angga, saat ini masih tercatat sebagai kader partai Gerindra. Dirinya juga menjelaskan bahwa ketiganya memang menjabat sebagai komisaris di PT TMI. Menurutnya, hal itu wajar meski berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan, PT TMI sendiri merupakan perusahaan swasta.

“PT TMI itu berada di bawah yayasan Kementerian Pertahanan, dan artinya bukan kepunyaan Kemhan secara langsung. Karena yayasan juga sifatnya sudah swasta. Maka tidak ada salahnya jika kemudian ada beberapa kader partai Gerindra di sana,” tutur Dasco menambahkan.