google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

September 2021, Singapura Buka Pintu untuk Traveler Asing Masuk Tanpa Karantina

Traveler asing bisa masuk Singapura tanpa karantina mulai September 2021 (foto: unsplash.com/@jangus231)

Meskipun Asia Tenggara berada di tengah maraknya penyebaran varian Delta dari virus Covid-19, Pemerintah Singapura justru berencana membuka perbatasan negara mereka untuk traveler asing. Rencananya, traveler asing bisa masuk ke wilayah Singapura tanpa harus menjalani karantina mulai September 2021.

Pemerintah Singapura akan mulai membuka perbatasan wilayahnya setelah setidaknya setelah 80% warga negaranya menjalani vaksinasi Covid-19 sebagaimana dilansir dari Reuters.

Selain itu, ada sejumlah aturan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh traveler yang akan masuk ke Singapura. Salah satunya dan juga yang paling utama adalah sudah menjalani vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong dalam keterangannya mengatakan, Singapura akan menjalankan koridor perjalanan dengan negara atau wilayah yang bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Masuk wilayah Singapura tanpa karantina

Ada kemungkinan traveler asing yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap tidak perlu menjalani karantina atau bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain itu, Pemerintah Singapura juga akan mempertimbangkan apakah perlu menurunkan level pengetatan pada Agustus setelah dua pertiga populasi penduduk di Singapura mendapatkan vaksin.

“Jika Anda ingin pergi makan di restoran atau latihan di gym, Anda harus sepenuhnya divaksinasi,” ujar Wong seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: Ini Dia Tempat Wisata Keren di Singapura, Gratis!

Hingga saat ini, sudah lebih dari setengah masyarakat Singapura yang telah menerima dua kali suntikan dosis vaksin. Pemerintah Singapura menyediakan vaksin dari Pfizer-BioNTech (PFE.N), (22UAy.DE) atau Moderna (MRNA.O) untuk penduduknya.

Sementara itu, sekitar 75 persen penduduk Singapura sudah menerima satu kali suntikan vaksin. Singapura menjadi negara tertinggi kedua di dunia setelah Uni Emirat Arab yang sudah mendapatkan satu kali suntikan vaksin. Pemerintah juga sedang mempercepat agar dua pertiga penduduk bisa divaksinasi hingga 9 Agustus ini.

Travel Pass IATA

Nantinya, traveler asing yang masuk ke Singapura wajib menggunakan Travel Pass IATA. Travel pass ini digunakan untuk menunjukkan hasil tes PCR Covid-19 sebelum keberangkatan. Saat check-in dengan maskapai penerbangan, traveler perlu menunjukkan hasil tes PCR Covid-19 melalui Travel Pass IATA. Juga, saat kedatangan di pos pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Changi.

Penggunaan Travel Pass IATA merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dan Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS).

Travel Pass IATA adalah “dompet digital” yang menyimpan dokumen syarat perjalanan tambahan selain paspor, visa, dan tiket pesawat. Sertifikat kesehatan digital menjadi salah satu dokumen dan fitur utama dalam perjalanan udara pasca pandemi Covid-19.

Dalam aplikasi tersebut, traveler bisa mengunggah data mulai dari hasil tes kesehatan sampai vaksinasi. Selain itu, aplikasi tersebut bisa digunakan untuk mencari informasi mengenai syarat perjalanan ke suatu tempat dan lokasi tes kesehatan di sana.

Baca juga: 13 Fakta Menarik Singapura Yang Jarang Diketahui Wisatawan

Hingg saat ini, sudah ada lebih dari 20 maskapai penerbangan yang melakukan uji coba IATA Travel Pass. Diantaranya adalah:

  • Singapore Airlines
  • Qatar Airways
  • Japan Airlines
  • Emirates
  • Etihad
  • IAG
  • Air New Zealand
  • Malaysia Airlines
  • Copa Airlines
  • ANA
  • Korean Air
  • RwandAir
  • Qantas
  • airBaltic
  • Hong Kong Airlines
  • Gulf Air
  • Virgin Atlantic
  • AirSERBIA
  • Thai Airways
  • Thai Smile
  • Ethiopian
  • Vietjet Air

Aplikasi Travel Pass IATA diluncurkan pada pertengahan April lalu untuk smartphone berbasis Apple dan akhir April 2021 untuk smartphone berbasis Android. Kabarnya, IATA juga tengah menyiapkan kemungkinan IATA Travel Pass dalam bentuk kertas untuk calon penumpang yang tak memiliki telepon genggam.