google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Sering Diabaikan dan Dianggap Remeh, Inilah Informasi Lengkap Tentang Depresi

Depresi merupakan suatu gangguan dari kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus – menerus merasakan kesedihan dan juga tertekan serta kehilangannya minat dalam beraktivitas, sehingga bisa berakibat pada penurunan kualitas hidup sehari – hari.

Seseorang yang dengan mengalami gangguan depresi mayor, bisa memengaruhi perasaan, pemikiran, hingga dengan perilaku sehingga menimbulkan masalah pada emosional dan juga fisik. Depresi yang terjadi pun bisa mengganggu saat istirahat dan juga nafsu makan, sehingga kerap pula merasa kelelahan dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

Efek dari gangguan kesehatan mental ini pun bisa berlangsung cukup lama atau pun bahkan bisa berulang dan mampu untuk memengaruhi kemampuan seseorang untuk bisa berfungsi dan menjalani aktivitas sehari – hari.

Faktor Risiko Dari Depresi

Depresi pada umumnya ini terjadi pada saat remaja di rentang usia sekitar 20 hingga 30 tahun, meskipun semua rentang usia ini memiliki risiko tersendiri. Lebih banyak wanita dibandingkan dengan pria yang didiagnosis mengidap gangguan mental ini, tetapi wanita akan lebih cenderung segera mencari bantuan pengobatan.

Beberapa dari faktor ini bisa memicu terjadinya depresi, di antaranya seperti berikut :

  • Memiliki riwayat gangguan kesehatan mental di dalam keluarga
  • Penyalahgunaan alcohol atau pun obat terlarang
  • Memiliki ciri kepribadian tertentu, semisalnya rendag diri, terlalu keras dalam hal penilaian diri sendiri, pesimis atau pun terlalu tergantung pada orang lain
  • Sedang mengidap penyakit kronis atau serius, seperti cedera kepala, HIV/AIDS, hormon tiroid, diabetes, kanker, stroke, nyeri kronis, atau pun penyakit jantung.
  • Konsumsi obat – obatan tertentu, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi atau pun obat tidur.
  • Sedang mengalami kejadian atau peristiwa traumatic, seperti kematian, kekerasan seksual, kehilangan orang yang sangat dicintai atau pun masalah ekonomi dan keuangan.

Inilah Penyebab Dari Depresi

Masih belum diketahui secara pasti sesuatu yang bisa menyebabkan depresi. Beberapa risiko yang dapat meningkatkan risiko dari gangguan depresi ini adalah :

  1. Masalah biologis, seseorang yang sedang mengidap depresi kemungkinan akan mengalami perubahan secara fisik di bagian otak. Meskipun demikian, tingkat signifikan dari perubahan ini masih belum diketahui secara pasti, meski pada akhirnya bisa membantu untuk menentukan sesuatu yang menyebabkannya.
  2. Gangguan kimia pada otak, neurotransmitter adalah bahan kimia yang ada di dalam otak terbentuk secara alamiah dan disebut dapat berperan dalam depresi. Sebuah penelitian pun menyebutkan bila perubahan dalam fungsi dan juga efek neurotransmitter ini bisa memengaruhi stabilitas suasana hati sehingga memengaruhi tingkat depresi pada seseorang.
  3. Gangguan hormon, perubahan atau pun gangguan pada keseimbangan hormon bisa memicu terjadinya depresi. Hal ini pun kerap kali terjadi selama kehamilan dan beberapa minggu atau pun bulan setelahnya (pascapartum).
  4. Selain itu juga, seseorang yang sedang mengalami masalah tiroid, menopause, serta beberapa kondisi yang lainnya juga memiliki risiko tinggi pada depresi.
  5. Penyakit keturunan, masalah depresi ini lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan keluarga intin yang pernah mengidap depresi. Disebutkan bila gen ini bisa memengaruhi risiko dari penyebab depresi.

Gejala Dari Depresi

Depresi ini bisa lebih dari sekedar keadaan sedih atau pun tertekan. Seseorang yang sedang mengidap gangguan dalam tahap yang cukup berat ini bisa menimbulkan berbagai macam gejala yang berbeda pula. Beberapa dari gejala ini bisa memengaruhi suasana hati, tetapi juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh manusia. Gejala ini mungkin saja bisa menjadi akut atau hilang lalu muncul kembali.

Berikut ini beberapa gejala yang bisa muncul pada saat mengidap depresi ini :

  • Perasaan selalu sedih dan bersalah
  • Merasa selalu rendah diri, putus asa, dan juga perasaan tidak berharga
  • Selalu merasakan cemas dan khawatir secara berlebihan
  • Suasana hati yang sangat buruk atau pun lebih berkelanjutan
  • Lebih mudah marah atau pun sensitive
  • Mudah untuk menangis
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi, berpikir, dan juga mengambil keputusan
  • Tidak memiliki dan juga tidak lagi tertarik dengan motivasi mengenai apapun
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau pun bunuh diri
  • Selalu merasakan lelah berkepanjangan dan hilangnya tenaga
  • Perubahan pada siklus menstruasi pada wanita
  • Konstipasi
  • Gerakan tubuh dan juga bicara yang lebih lambat dari biasanya
  • Kehilangan gairah seksual
  • Gangguan tidur, serta
  • Perubahan berat badan dan juga selera makan.

Beberapa Diagnosis Untuk Depresi

Dokter akan segera mendiagnosis depresi dengan cara melakukan wawancara secara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan psikologis, serta pemeriksaan penunjang lainnya, seperti halnya pemeriksaan darah bila diperlukan. Pemeriksaan tersebut dilakukan agar bisa mengetahui penyebab dari gangguan mental ini. Berikut ini adalah penjelasan secara lengkap :

  • Pemeriksaan fisik, dokter akan segera melakukan pemeriksaan secara fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan langsung dengan kesehatan Anda. Dalam beberapa kasus yang sudah terjadi, depresi yang terjadi ini dihubungkan dengan masalah kesehatan fisik yang menjadi penyebabnya.
  • Tes laboratorium, salah satu dari pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk bisa memastikan gangguan kelenjar tiroid ini merupakan penyebab dari depresi adalah dengan cara hitung darah secara lengkap. Ahli medis bisa menilai jika terdapat gangguan pada organ tersebut sehingga akan langsung melakukan penanganan.
  • Pemeriksaan mental, ahli kesehatan mental akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala yang Anda rasakan, mulai dari pikiran, perasaan, serta pola perilaku yang dirasakan.

Selain itu juga, Anda mungkin akan dimintai untuk mengisi kuisioner untuk menjawab beberapa pertanyaan untuk menilai kesehatan mental Anda.

Komplikasi Dari Depresi

Depresi adalah suatu gangguan yang cukup serius dan bisa berakibat fatal bagi para penderita beserta dengan keluarganya. Depresi ini sering kali menjadi mimpi buruk jika tidak segera diobati, serta dapat mengakibatkan masalah emosional, perilaku dan juga kesehatan yang memengaruhi setiap lini kehidupan pengidapnya.

Beberapa dari komplikasi yang dapat terjadi akibat dari depresi, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, yang dapat menyebabkan penyakit diabetes dan juga jantung.
  • Penyakit fisik lainnya
  • Perlarian berupa konsumsi alcohol atau pun penyalahgunaan narkoba
  • Gangguan kecemasan, gangguan panik atau pun fobia sosial.
  • Dapat menimbulkan konflik dalam keluarga, kesulitan menjalin hubungan, masalah dalam pekerjaan atau pun di lingkungan sekolah
  • Isolasi sosial atau penarikan diri dari lingkungan
  • Munculnya keinginan untuk bunuh diri, percobaan bunuh diri, hingga bunuh diri
  • Keinginan untuk mutilasi diri
  • Kematian dini diakibatkan oleh kondisi medis

Pengobatan Untuk Depresi

Hidup dengan depresi memang terasa sulit sekali dilakukan, tetapi berbagai pengobatan bisa membantu untuk segera meningkatkan kualitas hidup bagi para penderitanya. Cobalah untuk segera menemui tenaga medis dan meminta beberapa metode pengobatan supaya bisa menjadi lebih baik.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh dokter untuk membantu para pengidap mengatasi depresi yang sedang mereka alami, di antaranya adalah :

  • Psikoterapi
  • CBT atau Cognitive behaviour therapy. Untuk terapi ini bertujuan agar bisa membantu para penderitanya melepaskan berbagai macam pikiran serta perasaan negatif, serta menggantikannya dengan respon positif.
  • PST atau problem solving therapy, untuk bisa meningkatkan kemampuan dari para pengidap menghadapi pengalami yang dapat memicu rasa tertekan.
  • IPT atau interpersonal therapy, untuk bisa membantu mengatasi masalah yang bermunculan ketika berhubungan dengan orang lain.
  • Terapi psikodinamis untuk dapat membantu penderitanya memahami apa yang sedang dirasakan dan juga bagaimana merespon perasaan tersebut.
  • Obat antidepresan, seperti halnya paroxetine, sertraline, escitalopram, citalopram, bupropion, venlafaxine, duloxetine, serta fluxotine. Penggunaan dari obat – obatan ini memang harus dalam pengawasan dokter dikarenakan efek samping yang relatif banyak.
  • Terapi kejut listrik atau disebut dengan nama electroconvulsive therapy (ECT) untuk para pengidap depresi yang tidak kunjung membaik setelah diberikan obat – obata, mengalami gejala psikosis, serta penderita yang mencoba melakukan bunuh diri.

Cara Pencegahan Dari Depresi

Depresi ini adalah suatu masalah yang tidak dianggap bisa dicegah. Terlalu sulit untuk mengenali segala hal yang menjadi penyebabnya, sehingga lebih sulit pula untuk melakukan pencegahannya.

Namun, bila Anda sedang mengidap episode depresi, akan lebih untuk mencegah kambuhnya dengan mempelajari dengan berbagai cara yang terbilang cukup ampuh, seperti halnya perubahan pada gaua hidup dan juga pengobatan yang efektif.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah depresi, di antaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Menghindari kebiasaan untuk menyendiri, usahakan untuk mencari komunitas yang baik
  • Membuat hidup lebih sederhana dengan cara membuat perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang
  • Melakukan olahraga secara teratur, minimal 3 sampai dengan 5 kali setiap minggu dengan durasi sekitar 30 menit
  • Selalu dan rutin konsumsi makanan dengan gizi seimbang serta pola makan Anda yang teratur.
  • Buat hidup Anda berjalan lebih santai dan juga rileks, hindari pula stress.
  • Hindari juga dengan mengonsumsi minuman beralkohol serta obat – obatan terlarang.

Itulah beberapa poin penting yang wajib untuk Anda ketahui seputar depresi supaya tidak lagi menganggap remeh gangguan mental satu ini.