google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Sering Salah Kaprah, Inilah Penjelasan Lengkap Tentang HIV dan AIDS

HIV dan AIDS masih sering dianggap sebagai jenis penyakit yang serupa. Tidak heran karena memang di berbagai sumber literatur yang ada, penyebutan dari keduanya pun kerap kali dijadikan satu, semisalnya ‘’HIV/AIDS’’ atau pun ditulis dengan ‘’HIV dan AIDS’’.

Pada kenyataannya, HIV dan AIDS ini merupakan dua kondisi kesehatan yang berbeda. Supaya kita tidak lagi salah paham mengenai kedua jenis penyakit tersebut, kami sudah merangkumnya di bawah ini.

Perbedaan HIV dan AIDS Dalam Dunia Medis yang Utama

Merangkum laporan dari UNAIDS, ada sekitar 36,9 juta orang yang terpapar HIV/AIDS alias ODHA di seluruh dunia hanya sekitar 75 persen orang yang sadar jika dirinya sedang mengidap kondisi tersebut.

Laporan UNAIDS ini juga mencatat ada sekitar 940 ribu orang di seluruh penjuru dunia meninggal diakibatkan oleh penyakit yang muncul sebagai komplikasi dari AIDS. Lalu, apa saja perbedaan yang jelas di antara HIV dengan AIDS ini?

HIV ialah virus penyebab, AIDS adalah stadium akhir dari penyakit tersebut

Perbedaan antara HIV dan AIDS ini dapat dilihat dari penjelasan definisi keduanya. HIV atau kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus ini merupakan sejenis virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Di dalam tubuh, HIV secara spesifik dapat menghancurkan sel CD4 atau sel T. Sel ini ialah bagian dari sistem imunitas tubuh yang berfungsi untuk melawan serangan infeksi.

Infeksi virus HIV bisa menyebabkan jumlah sel T mengalami penurunan secara drastis hingga sistem tubuh manusia tidak mampu lagi melawan infeksi. Hal tersebut berujung pada jumlah virus HIV dalam darah menjadi relatif tinggi. Yang artinya adalah sistem kekebalan tubuh Anda sudah tidak bisa lagi bekerja untuk melawan virus HIV.

Sedangkan untuk AIDS ini adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome serta dianggap sebagai tahapan akhir dari infeksi virus HIV untuk jangka panjang. AIDS ini ialah sekumpulan gejala yang muncul saat infeksi HIV dalam stadium yang parah.

Penderita HIV juga dapat dikatakan telah terpapar AIDS jikalau jumlah sel T di dalam tubuhnya mengalami penurunan dari 200 sel per 1 cc darah.

Dapat dikatakan bahwa perbedaan yang paling utama dan mendasar di antara keduanya ialah AIDS merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh wujud dari infeksi HIV sehingga dapat melemahkan daya tahan tubuh seseorang.

Seseorang dengan penyakit HIV dan AIDS ini mempunyai sistem imunitas tubuh yang begitu lemah hingga sangatlah rentan terpapar risiko infeksi oportunis yang munculnya bersamaan dengan infeksi virus HIV, seperti halnya pneumonia dan juga tuberkulosis.

Menderita HIV Belum Tertentu Terpapar AIDS

Perbedaan antara HIV dengan AIDS berikutnya dapat dilihat dari kemungkinan seseorang yang telah terpapar keduanya dalam waktu bersamaan. Perlu diingat HIV ini adalah virus yang menyebabkan infeksi, sedangkan untuk AIDS merupakan kondisi terakhir yang disebabkan karena adanya infeksi virus dalam kurun waktu yang relatif panjang.

Berdasarkan teori tersebut bisa disimpulkan bahwa seseorang dapat terpapar HIV dan juga AIDS sekaligus. Meskipun demikian, tidak semua dari pengidap HIV ini secara otomatis memiliki AIDS di kemudian hari.

Seseorang mungkin bisa saja mengidap HIV, namun tidak terpapar AID. Hal tersebut dikarenakan kemajuan dunia pengobatan medis, orang – orang yang hidup dengan HIV bisa menjalani kehidupan yang panjang umur serta kualitasnya pun hampir sama seperti orang – orang sehat lainnya.

Mayoritas dari pengidap HIB ini dapat bertahan hidup selama bertahun – tahun, bahkan lebih dari 10 tahun sebelum terpapar AIDS. Tetapi, jikalau Anda mendapatkan diagnosis positif AIDS, maka secara otomatis mempunyai infeksi virus HIV.

Maka dari itulah, dengan menjalani pengobatan secara tepat dan rutin merupakan kunci paling penting bagi mereka yang sedang terpapar HIV supaya tidak sampai mengalami komplikasi ADIS.

Perbedaan Angka Harapan Hidup bagi Pengidap HIV dan AIDS

Selanjutnya, perbedaan HIV dan AIDS dapat dilihat dari angka harapan hidup. Untuk kedua jenis penyakit ini sama – sama bisa memotong angka usia para penderitanya apabila dibiarkan secara terus menerus tanpa pengobatan.

Untuk orang yang menderita HIV saja, pada umumnya dapat hidup leih lama menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masing – masing. Ini pun hanya berlaku jikalau pengidap HIV yang rutin konsumsi obat – obatan yang sudah diresepkan oleh dokter.

Sedangkan untuk orang dengan HIV yang sudah disertai dengan AIDS, bisa bertahap hidup kurang lebih sekitar 3 tahun. Bila Anda sudah terpapar infeksi oportunistik yang berbahaya, maka harapan hidup tanpa mengikuti pengobatan hanya kisaran 1 tahun saja.

Perbedaan antara HIV dan AIDS dilihat dari angka harapan hidup ini pun terjadi dikarenakannya cukup sulit untuk kembali memperbaiki kerusakan pada sistem kekebalan tubuh pengidapnya.

Namun, berkat canggihnya kemajuan tekonologi medis modern seperti sekarang ini, harapa hidup pada penderita AIDS pun cukup lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dalam perbedaan HIV dan AIDS inilah ada banyak para pendeirta HIV yang bahkan tidak menderita AIDS sepanjang usianya.

Dikutip dari laporan resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tren angka kematian yang diakibatkan oleh AIDS di Indonesia pun terbukti dilaporakn cenderung mengalami penuruan secara terus – menerus.

Angka tersebut mengalami penurunan dari 13,21 persen di tahun 2004 menjadi 1,08 persen pada bulan Desember 2017. Hal ini pun menunjukkan bahwa langkah dan upaya pengobatan HIV/AIDS yang telah dilakukan sejauh ini pun berhasil dikendalikan perkembangannya.

HIV dan AIDS Tidak Bisa Disembuhkan

Dari sekian banyaknya perbedaana antara HIV dan AIDS yang sudah dijelaskan di atas, HIV dan AIDS ini pun memiliki persamaan. Persamaan di antara keduanya ialah sama – sama tidak dapat disembuhkan. Tetapi, bukan berarti para penderita HIV dan AIDS tidak mempunyai hak untuk hidup sehat dan juga bahagia.

Walaupun tidak dapat disembuhkan, ada beberapa jenis pengobatan yang kadang dapat diberikan untuk membantu mengatasi gejala serta memperbaiki kualitas hidup bagi mereka yang sedang terpapar HIV/AIDS (ODHA).

HIV juga dapat diobat dengan menerapkan terapi antiretorival atau ART. ART ini bisa membantu untuk mengurangi banyaknya virus yang ada di dalam darah maupun cairan tubuh Anda.

Kadang, untuk obat yang satu ini pun sudah direkomendasikan kepada semua orang yang telah terpapar HIBV, terlepas dari berapa lamanya mereka mmepunyai virus HIV di dalam tubuhnya. Selain itu pun, ART ini juga dapat mengurangi risiko Anda untuk menularkan penyakit tersebut kepada orang lain bila diminum sesuai dengan anjuran resep dokter.

ART ini pun kadang diberikan dengan memakai kombinasi 3 jenis obat HIV atau pun lebih untuk bisa membantu menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh manusia. Setiap orang pun biasanya bakalan diberikan rejimen atau pun kombinasi obat yang berbeda – beda menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

Jikalau obat yang telah diresepkan tersebut tidak memberikan efek yang begitu signifikan, dokter pun akan segera kembali menyesuaikan pemberian resep obatnya.

Berdasarkan pada informasi dari U.S Department of Health and Human Services, saat seseorang sudah terdiagnosis HIV positif maka ketika itu pun ia bakalan mulai harus mengggunakan pengobatan dengan terapi ART.

Dengan memulai pengobatan sedini mungkin bisa membantu untuk memperlambat perkembangan virus HIV. Dengan demikian, Anda pun bisa sehat tanpa takut kondisi akan semakin memburuk ditambah lagi bila terpapar AIDS.

Menunda pengobatan sama saja dengan membiarkan virus HIV dapat merusakan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terpapar AIDS. Maka dari itulah, lakukan juga berbagai macam perawatan yang sudah direkomendasikan oleh dokter.