google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Setelah 6 Bulan Tingkat Antibodi Vaksin Sinovac Akan Menurun, Lakukan Hal Ini!

penurunan tingkat ketahanan antibodi vaksin sinovac

Vaksin Covid-19 Sinovac produksi perusahaan Sinovac Biontech ini merupakan salah satu jenis vaksin yang sedang digunakan oleh pemerintah dalam hal program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Sebuah riset yang sudah dilakukan oleh Badan Evaluasi Vaksin Provinsi Jiangsu, China, dan juga perusahaan Sinovac Biotech sudah menyatakan bahwa ketahanan antobodi dari vaksin Sinovac perlahan akan menurun sesudah 6 bulan lamanya.

Lantas, mengapa hal tersebut terjadi dan bagaimana cara penanganan yang tepat? Anda bisa menyimak ulasan lengkap kami di bawah ini.

Setelah Diberikan Dosis Kedua, Kadar Antibodi Perlahan Menurun Dalam 6 Bulan

Salah satu cara untuk bisa membangun kekebalan tubuh terhadap virus corona ini adalah dengan cara penggunaan vaksin. Khusus di Indonesia, program vaksinasi nasional ini dimulai sejak tahun 2021 dengan menggunakan jenis vaksin Covid-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac Biotech.

Vaksin virus corona ini bakalan diberikan sebanyak dua dosis suntikan dengan rentang waktu sekitar 2 hingga 4 minggu lamanya.

Beberapa dari penelitian sebelumnya telah menyatakan bahwa dua dosis suntikan vaksin Covid-19 Sinovac ini mampu juga meningkatkan kadar antibodi di dalam tubuh agar bisa melawan infeksi virus corona serta mengurangi munculnya gejala berat.

Para peneliti dari perusahaan Sinovac Biontech telah bekerja sama dengan otoritas pengendalian penyakit yang ada di China, lalu segera melanjutkan penelitian untuk bisa mencari tahu seberapa lama vaksin virus corona dapat memberikan imunitas dalam tubuh.

Studi ini juga akan dilakukan dengan cara menganalisis sampel darah dari orang dewasa yang sehat dengan rentang usia mulai dari 18 hingga 59 tahun dan juga telah memeroleh suntikan dosis lengkap vaksin Covid-19 Sinovac.

Ketika sudah dipublikasikan pada tanggal 23 Juli 2021 lalu, studi ini pun masih belum memasuki tahap peer – reviewed atau pun belum dievaluasi oleh rekan sejawat peneliti.

Di dalam pengujian tersebut, para peneliti akan memeriksa kadar antibodi yang dimiliki oleh peserta yang sudah mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid-19 Sinovac dari 6 hingga 8 bula yang lalu. Untuk analisis kadar antibodi dalam tubuh akan dibagin menjadi dua, yakni bagi peserta yang telah memerileh dosis kedua vaksin dengan rentang waktu 2 hingga 4 minggu.

Dari hasil analisis inilah, di antara para peserta yang sudah memeroleh dosis lengkap dengan jeda waktu 2 sampai dengna 4 minggu ini, hanya sekitar 16, 9 persen dan juga 35, 2 persen yang masih tetap mempunyai kadar antibodi untuk memenuhi nilai ambang batas perlindungan supaya bisa melawan infeksi virus corona.

Dengan kata lainnya adalah kadar antiboid vaksin Covid-18 Sinovac bakalan menurun sesudah 6 hingga 8 minggu. Hal ini pun dapat pula memengaruhi ketahanan dari antibodi dalam hal melawan infeksi virus corona.

Setelah 6 Bulan, Benarkah Vaksin Sudah Tidak Efektif Lagi?

Akan tetapi, penurunan dari kadar antibodi ini masih belum bisa dipastikan apakah benar dapat memengaruhi keefektifan vaksin Covid-19 Sinovac dalam pencegahan gejala berat dari infeksi virus corona.

Di sisi lain juga, penelitian pun masih belum dapat meninjau berapa kadar dari antibodi dalam tubuh yang sedang dibutuhkan supaya bisa mencegah gejala berat dan juga kematian akibat dari infeksi virus corona. Para peneliti pun tidak akan menguji respons antibodi sesduah disuntikan vaksin Sinovac terhadap berbagai varian Covid-19 yang lebih mudah untuk menular.

Jadinya masih perlu penelitian lebih lanjut lagi dalam mengetahui apakah setelah 6 bulan disuntikan vaksin sinovac ini sudah tidak efektif lagi dalam mencegah gejala berat dari penyakit covid-19.

Namun, para peneliti juga menyebutkan bahwa meskipun perlindungan dair suntikan vaksin ini mengalami penurunaan, Sinovac pun masih dapat merangsang sistem imun tubuh dalma menghasilkan komponen, seperti halnya sel B dan juga T, yang bisa juga mengingatkan cara menghentikan infeksi dari virus corona. Jadinya, meskipun sudah terjadi penurunan kadar antibodi dalam tubuh manusia, bukan berarti perlindungan di dalam tubuh untuk melawan virus corona ini hilang seluruhnya.

Sementara itu juga, beberapa dari jenis vaksin lainnya seperti untuk Pfizer dan juga AstraZeneca pun diketahui bisa pula mengalami penurunan seiring berjalannya waktu.

Penelitian yan sudah ada di dalam jurnal The Lancet pun menyebutkan bahwa kadar antibodi di dalam tubuh manusia yang telah di dapatkan dari suntikan vaksin Pfizer dan AstraZeneca masih bisa berkurang sesudah 6 minggu saat dosis kedua telah disuntikkan. Penurunan kadar antibodi dalma tubuh pun bisa mencapai sekitar 50 persen dalam kurun walti 10 minggu.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, masing – masing vaksin ini sudah memiliki cara untuk melatih sistem imun tubuh manusia supaya dapat melawan virus corona.

Hasil dari penelitian pada vaksin Pfizer dan juga astrazeneca juga menunjukkan bahwa ditemukannya penuurunan kadar antibodi di dalam tubuh, namun tetap saja vaksin ini dapat mencegah terjadinya gejala berat dan bisa mengurangi risiko kematian akibat infeksi virus corona.

Vaksin Booster Dapat Dijadikan Solusi

Penelitian yang sudah dilakukan oleh perusahaan sinovac biotech pun telah menunjukkan bahwa pengaruh dari peberian dosis ketiga vaksin sinovac atau booster sesudah 6 bulan dosis keduanya diberikan.

Pengujian ini sudah dilakukan untuk beberapa kelompok. Setelah 28 hari, kadar antibodi dalam tubuh tiap kelompok yang disuntikkan dosis penguat atau booster ini ternya mengalami peningkatan cukup tinggi sampai 2 hingga 5 kali lipat setelah menerima dosis lengkap vaksin virus corona.

Hasil penelitian ini pun dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pemberian dosis ketiga booster ini supaya lebih menguatkan perlindungan dalam diri manusia terhadap infeksi virus corona.

Akan tetapi, penelitian ini masih belum mennguji perlindungan dosis penguat pada varian delta yang telah menyebar di sebagian besar kasus positif Covid-19 di Indonesia untuk sekarang ini.

Indonesia juga telah melaksanakan pemberian dosis ketiga vaksin booster memakai jneis vaksin Moderna bagi tenaga kesehatan. Vaksin moderna ini merupakan salah satu dari jneis vaksin mRNA yang mempunyai efikasi hingga 94,1 persen.

Untuk sementara waktu, dosis penguat vaksin ini hanya diutamakan kepada para tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan pandemi covid-19. Pemerintah juga masih belum merencakana pemberian dosis ketiga ini bagi masyarakat umum.

Selain itu juga, pemerintah Indonesia masih tetap berfokus pada perluasan cakupan vaksinasi nasional demi mencapai target kekebalan kelompok. Dalam hal tersebut bisa memutus mata rantai penularan virus corona sehingga pemberian suntikan dosis ketiga ini masih belum dapat diprioritaskan dalam waktu dekat.

Selain itu juga memperhatikan seberapa baiknya efek dari vaksin penguat dari jenis vaksin sinovac ini sesudah 6 bula lamanya, studi ini pun sebenarnya masih menunjukkan bahwa cukup penting memeroleh vaksinasi lengkap. Mendapatkan vaksin virus corona akan menjadikan tubuh lebih kuat dalam menghadapi infeksi tersebut.