google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Setelah Dinyatakan Sembuh Dari Infeksi Virus Corona, Kapan Boleh Menerima Suntikan Vaksin Covid-19?

Untuk saat ini program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sedang gencar dilakukan. Pemberian dari vaksin Covid-19 ini pun dinilai sangat aman dan juga efektif untuk bisa menurunkan angka kasus positif Covid-19 yang selalu naik setiap harinya.

Sekarang sudah tidak perlu cemas lagi, bagi para penyintas Covid-19 pun dikabarkan telah diperbolehkan menerima vaksin Covid-19 ini dengan catatan sudah melewati waktu hingga 3 bulan lamanya sesudah dinyatakan negatif melalui hasil tes PCR swab.

Untuk lebih jelasnya lagi, Anda bisa menyimak ulasan lengkap kami di bawah ini.

Inilah Waktu Yang Tepat Bagi Penyintas Covid-19 Mendapatkan Vaksinasi

Sekarang para penyintas atau orang yang pernah terinfeksi virus corona dinyatakan boleh menerima suntikan vaksinasi Covid-19. Akan tetapi, para penyintas Covid-19 ini baru boleh menerima vaksin sesudah 3 bulan dinyatakan sembuh atau pun negatif Covid-19 melalui tes PCR swab. Hal tersebut sesuai apa yang sudah dikatakan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dokter Siti Nadia Tarmizi pada hari Minggu 14 Februari 2021 yang lalu.

Lantas, mengapa diperlukan waktu selama 3 bulan sesudah dinyatakan sembuh bagi pasien ex Covid-19 mendapatkan suntikan vaksin? Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, Ph.D, hal ini disebabkan para penyintas Covid-19 bukan termasuk ke dalam kelompok prioritas penerima vaksinasi diakrenakan tubuh seseorang yang sudah pernah positif ini akan membangun antibodi selama terinfeksi virus corona.

Menurutnya, sebelum 3 bulan setelah dinyatakan sembuh, para penyintas masih mempunyai kekebalan di dalam tubuhnya. Akan tetapi, setelah berjalan 3 bulan, sistem kekebalan tubuh akan mengalami penurunan. Karena hal inilah para penyintas dianjurkan untuk memeroleh vaksin Covid-19.

Selain sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 selama kurun waktu 3 bulan, para penyntas Covid-19 pun harus dalam kondisi kesehatan yang bugar sebelum disuntikan vaksin. Bukan hanya itu saja, para penyintas oun harus berumur di atas 18 tahun sebagai salah satu persyaratan wajib penerima vaksinasi Covid-19.

Orang yang sudah sembuh dari infeksi virus corona ini atau biasanya disebut dengan penyintas diperbolehkan untuk menerima vaksinasi Covid-19. Dengan catatan khusus yakni suntikan vaksin tersebut baru bisa diberikan setelah sembuh selama 3 bulan. ‘’Hasil kajian ini menyebutkan vaksinasi Covid-19 baru bisa diberikan kepada para penyintas setelah 3 bulan,’’jelas juru bicara vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi pada hari Minggu 14  Februari 2021 lalu.

Hal di atas telah diatur dalam surat edaran terbaru yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan nomor HK. 02. 02/11/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk Kelompok Sasaran Lansia Komorbid dan Penyintas Covid-19 serta Sasaran Tunda.

Semua yang berkaitan dengan program vaksinasi Covid-19 untuk para penyintas dan juga sasaran yang ditunda, ada beberapa pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat.

Melansir dari Kompas.com yang menghubungi langsung Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati, Ph.D.

  • Mengapa para penyintas Covid-19 baru boleh mendapatkan vaksinasi 3 bulan sesudah dinyatakan sembuh?

Berkaitan dengan pertanyaan di atas, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati, Ph.D., Apt pun memberikan jawabannya. Bukannya tidak boleh diberikan suntikan vaksin, tetapi para penyintas Covid-19 bukan termasuk dalam prioritas penerima vaksinasi dikarenakan dalam tubu sudah bisa mengembangkan sistem antibodi alami setelah terinfeksi virus corona.

‘’Sebelum dinyatakan sembuh selama 3 bukan, orang tersebut masih memiliki kekebalan alami. Jadinya para penyintas tidak termasuk prioritas yang memeroleh vaksinasi,’’ ungkap Zullies saat dihubungi oleh Kompas.com pada hari Senin 22 Februari 2021.

‘’Tetapi setelah 3 bulan ini, antibodi pun akan mengalami penurunan. Oleh sebab itulah, disarankan untuk segera mendapatkan vaksin setelah tiga bulan,’’ tambahnya lagi. Selain itu juga, pemberian vaksinasi Covid-19 di Indonesia sekarang ini, masih berdasarkan pada prioritas yang paling membutuhkan untuk memeroleh vaksin.

  • Bagaimana dengan orang yang telah mendapatkan vaksinasi, lalu seminggu setelahnya dinyatakan positif Covid-19, kapan vaksin dosis keduanya bisa diberikan?

Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa laporan kasus yang mana orang belum pernah terinfeksi virus corona mendapatkan dosis pertama vaksin, lalu beberapa hari selanjutnya sebelum dilakukan suntikan dosis kedua dinyatakan positif Covid-19.

Untuk kasus seperti di atas ini, Prof. Zullies menjelaskan bahwa kasus tanpa menunjukkan gejala, maka orang tersebut masih tetap bisa mendapatkan vaksin untuk dosis kedua.

‘’Namun, kalau ia tidak mengalami gejala,maka pemberian dosis kedua ini harus ditunggu hingga gejala selesai, sampai sembuh kembali. Lalu ia masih tetap boleh mendapatkan vaksin dosis kedua,’’ jelas Prof Zullies. Perlu diketahui bila jarak pemberian dosis pertaman nda kedua dari vaksin ini adalh 2 minggu.

  • Lantas, bagaimana dengan tingkat keamanan vakinasi Covid-19 bagi kelompok lansia?

Prof. Zullies juga memaparkan, vaksinasi Covid-19 yang digunakan bagi kelompok lansia di Indonesia ini adalah vaksin CoronaVac dari perusahaan farmasi Sinovac. ‘’Karena vaksin yang dipakai ini sama, jadi dari segi keamanannya pun sama dengan yang digunakan untuk orang dewasa juga, jelasnya lagi.

Yang artinya adalah efek samping yang timbul sesudah vaksinasi ini masih dalam kategori ringan hingga sedang, beberada dari orang dewasa yang sudah divaksin ini bisa saja mengalami bengkak, nyeri pada area bekas suntikan, rasa lelah, cepat mengantuk dan juga pusing – pusing.

‘’Dikarenakan vaksin yang sama, efek sampingnya pun juga sama. namun kalau menggunkaan Pfizer atau jenis vaksin yang lainnya, mungkin efek samping bakalan berebda. Karena efek samping ini muncul tergantung pada jenis vaksin yang digunakan,’’ tambahnya.

Untuk vaksinasi Covid-19 bagi para lansia, Prof. Zullies menjelaskan bahwa diperlukan lagi untuk selalu waspada karena orang lansia ini biasanya memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Oleh karena itulah, pemeriksaan kesehatan pada lansia sebelum mendapatkan suntikan vaskin.  

Cari Tahu Manfaat Dari Vaksin Covid-19

Proses vaksinasi yang sekarang ini lakukan ini secara bertahap. Untuk tahapan pertama, proses vaksinasi ini akan ditargetkan kepada tenaga kesehatan. Sekarang ini, proses vaksinasi sedang berjalan pada tahapan kedua untuk para pelayan public dan juga kelompok lansia. Selanjutnya proses vaksinasi akan dijalankan secara bertahap untuk ketiga dan juga keempat hingga selesai.

Tahapn ketiga dan juga keempat ini fokus pada masyarakat umum dan juga para pelaku ekonomi lainnya. Tentu saja harus dalam kondisi kesehatan yang bagi serta memenuhi persyaratan yang diajukan sebelum mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

Untuk memaksimalkan vaksin Covid-19 ini, Anda juga harus melakukan proses vaksinasin sesuai dengan dosis yang sudah disarankan. Vaksin Covid-19 ini wajib diterima dengan 2 kali dosis suntikan. Vaksinasi untuk jenis Sinovac ini pun bakalan bisa membentuk antibodi dengan maksimal setelah 28 hari pasca penyuntikkan.

Dalam kurun waktu 14 hari sesudah dosis pertama, vaksin akan langsung bekerja sekitar 60 persen. Selanjutnya, para penerima vaksin ini harus menerima dosis yang kedua. Ketika 28 hari sesudah suntikan pertama, baru vaksin ini akan bisa bekerja dengan optimal.

Kenali Efek Samping Yang Timbul Dari Vaksin Covid-19

Suntikan dosis vaksin Covid-19 ini mempunyai efek samping, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut tergolong normal dan selalu dialami oleh setiap orang setelah mendapatkan suntikan vaksin. Hal ini menyebabkan tubuh sedang merespon membangun antibodi atau pun kekebalan tubuh terhadap jenis penyakit tertentu.

Efek samping yang bakalan dirasakan juga tergolong ringan. Biasanya pada lokasi bekas suntikan akan terasa sedikit nyeri dan juga mengalami pembengkakan. Selain itu juga, penerima vaksin ini bisa pula mengalami gejala demam ringan, rasa lelah hingg sakit kepala. Namun, efek samping ini masih bisa dirawat dan sembuh dengan sendirinya di rumah.

Saran untuk sesudah divaksin ini perbanyaklah istirhat, penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh, hingga konsumsi makanan sehat dan bergizi menjadi langkah tepat untuk mengatasi efek samping sesudah divaksin.

Maka dari itu, tidak perlu Anda ragu lagi untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, bila Anda sudah terdaftar sebagai orang yang menerima vaksin. Dengan mengikuti semua proses vaksinasi Covid-19 ini, kita pun turut membantun untuk menurunkan angka penyebaran dan juga penularan virus corona.