google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Siklus Menstruasi Terganggu Setelah Divaksin Covid-19, Benarkah Demikian?

Program vaksinasi Covid-19 ini merupakan salah satu langkah dari pemerintah Indonesia untuk dapat memutus rantai penularan virus corona. Namun, akhir – akhir ini beredar kabar jika vaksin Covid-19 dapat pula memengaruhi siklus menstruasi pada wanita. Apakah kabar tersebut memang benar adanya sesuai fakta atau mungkin hanya mitos belaka?

Beragam cara dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus corona, seperti halnya menerapkan protokol kesehatan dan juga melakukan vaksinasi. Akan tetapi, sama seperti obat atau vaksin jenis apa pun, vaksin Covid-19 juga mempunyai efek samping.

Selain merasakan nyeri pada bagian yang disuntikan vaksin, beberapa dari wanita juga merasakan efek samping vaksin Covid-19 ini yaitu gangguan siklus menstruasi. Lalu, apakah hal ini harus dikhawatirkan?

Mengenal Siklus Menstruasi Pada Wanita

Menstruasi ini merupakan siklus alami yang akan dirasakan oleh wanita, ditandai dengan keluarnya darah dari lubang vagina, dikarenakan tidak adanya pembuahan sel telur oleh sperma.

Setiap wanita tidak memiliki kesamaan dalam siklus menstruasi. Untuk hitungan normalnya, siklus menstruasi ini terjadi setiap 21 sampai 35 hari dan proses menstruasi berlangsung sekitar 2 sampai dengan 7 hari. Siklus ini akan menjadi lebih teratur seiring bertambahnya usia.

Akan tetapi, Anda perlu waspada jika mengalami gangguan dalam menstruasi, seperti halnya :

  • Siklus menstruasi kurang dari 21 hari atau bisa juga lebih dari 35 hari.
  • Tidak mengalami menstruasi selama 3 periode berturut – turut atau bahkan lebih.
  • Darah menstruasi yang keluar lebih banyak atau sedikit daripada sebelumnya.
  • Menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari lamanya.
  • Merasakan nyeri, kram di perut, rasa mual dan muntah yang cukup parah ketika terjadi haid.

Jika Anda merasakan beberapa gangguan haid di atas, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Apakah Boleh Menerima Vaksin Covid-19 Ketika Menstruasi?

Ada beberapa kriteria utama bagi para penerima vaksin Covid-19 ini, di antaranya adalah :

  • Sedang tidak terkonformasi sebagai penderita Covid-19 atau pun sudah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona setelah 3 bulan.
  • Suhu tubuh normal dan tidak boleh lebih dari 37,5 derajat celcius.
  • Tekanan darah harus di bawah 180/110 mmHg pada saat skrining sebelum dilakukan vaksinasi.
  • Tidak sedang hamil, namun bagi ibu menyusui masih diperbolehkan.
  • Bagi yang sedang memiliki penyakit kronis, seperti halnya tekanan darah tinggi dan juga diabetes, vaksin virus corona ini hanya akan diberikan ketika penderitanya sedang dalam kondisi sehat dan terkontrol oleh pengobatan dokter.
  • Untuk penderita HIV, vaksin virus corona bisa diberikan jika hasil pemeriksaan CD4 lebih dari 200.
  • Bagi penderita penyakit paru, seperti halnya PPOK dan asma, hanya diperbolehkan untuk vaksin bila kondisi sudah terkontrol melalui pengobatan dokter.
  • Bagi penderita TBC, boleh melakukan vaksinasi setelah mengonsumsi obat antituberkulosis secara teratur lebih dari dua minggu.
  • Tidak sedang mengalami gejala ISPA dalam kurun waktu 7 hari terakhir dan tidak memiliki kondisi medis tertentu, seperti halnya alergi terhadap vaksin ataupun penyakit autoimun.

Meskipun ada beberapa laporan tentang perubahan siklus menstruasi setelah menerima vaksin Covid-19 ini, menstruasi bukan dijadikan sebagai alasan untuk dapat menghalangi Anda untuk menerima vaksin Covid-19. Sejauh ini, masih belum ada larangan untuk menerima vaksin Covid-19 bagi wanita yang sedang haid.

Sementara itu juga, ada beberapa kondisi yang memang tidak disarankan untuk menerima vaksin virus corona, yakni sedang menderita penyakit penyerta dan tidak bisa terkontrol, usia di bawah 18 tahun, dan sedang dalam masa pengobatan gangguan pembekuan darah, gangguan sistem kekebalan tubuh serta transfuse darah.

Efek Samping Vaksin Covid-19 yang Umum Terjadi

Semua tindakan medis pasti akan memiliki risiko efek samping, termasuk halnya vaksin virus corona. Ini merupakan hal yang sangat normal sebagai tanda jika tubuh manusia sedang membangun perlindungannya.

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umumnya terjadi setelah disuntikkan vaksin Covid-19 :

  • Rasa nyeri, muncul kemerah – merahan dan juga bengkak tepat di area penyuntikan vaksin.
  • Rasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Rasa mual.

Anda juga bisa memberikan kompres dingin di lokasi penyuntikan untuk meredakan rasa nyeri, kemerah – merahan ataupun bengkak. Jika Anda sedang mengalami demam setelah menerima suntikan vaksin, segera konsumsi lebih banyak lagi cairan dan hindari menggunakan pakaian yang tebal.

Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat – obatan tertentu, seperti halnya paracetamol, aspirin, ibuprofen, atau pun antihistamin untuk bisa mengurangi efek samping dari vaksin Covid-19.

Akan tetapi, bila efek samping yang muncul ini tidak lekas membaik setelah 24 jam atau pun muncul reaksi alergi yang cukup parah, yakni syok anafilaktik, bisa langsung segera menghubungi dokter atau pun fasilitas kesehatan terdekat supaya dapat penanganan secepatnya.

Benarkah Vaksin Covid-19 Mampu Menyebabkan Perubahan Siklus Menstruasi Pada Wanita?

Ada beberapa keluhan yang sudah dilaporkan mengenai perubahan siklus menstruasi setelah menerima vaksin Covid-19. Keluhan ini seperti halnya siklus haid yang cukup pendek, darah haid yang keluar lebih banyak dari biasanya, nyeri hebat ketika menstruasi, atau pun keluar darah haid lebih dari 7 hari.

Hal tersebut lantas menimbulkan berbagai pertanyaan, apakah benar perubahan pada siklus haid ini termasuk dalam efek samping dari suntikan vaksin Covid-19. Sampai sekarang ini, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi untuk memastikan hubungan antara perubahan siklus menstruasi dan juga vaksin Covid-19.

Akan tetapi, menurut pendapat dari para ahli ada beberapa hal yang mungkin bisa memengaruhi perubahan siklus haid ini, seperti rasa nyeri setelah divaksin, stress atau bisa juga karena konsumsi obat – obatan tertentu.

Selain itu juga, dalam uji klinis dari berbagai jenis vaksin virus corona yang ada sekarang ini, tidak ada hasil yang menyebutkan adanya efek samping berupa pendarahan atau pun perubahan siklus haid.

Namun, bila Anda mengalami perubahan siklus menstruasi setelah menerima vaksin virus corona, jangan cemas dulu. Cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter untuk dapat mengetahui ada tidaknya faktor lain yang menjadi penyebab perubahan siklus haid Anda.

Perlu untuk diingat, pemberian vaksin virus corona ini tidak berbahaya bagi wanita yang sedang haid. Oleh karena itulah, jangan menunda vaksinasi, kecuali jika Anda memang dalam kondisi yang tidak disarankan menerima vaksin tersebut.