google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Skandal Pandora Papers Seret Pesohor Dunia, Termasuk Menko Luhut dan Airlangga

Skandal Pandora Papers Para Pemimpin Dunia

Skandal Pandora Papers mencuat dan membuat heboh seluruh jagad. Ini adalah sebuah hasil temuan dari sejumlah investigasi yang dilakukan oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ). Dalam laporan tersebut, ada setidaknya 35 pemimpin yang masih menjabat maupun telah lengser, serta 300 lebih pejabat publik yang terlibat dalam skandal keuangan di negara masing-masing. 

Beberapa nama di antaranya yang paling terkenal seperti Raja Yordania Abdullah II, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Rusia Vladimir Putin dengan wanita yang konon menjadi simpanan, sampai dengan nama menteri Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, tercatat dalam Pandora Papers. 

Temuan itu adalah yang terbesar dalam sejarah investigasi skandal kebocoran dokumen keuangan yang dilakukan oleh ICIJ. Dalam investigasi itu tercatat ada lebih dari 650 wartawan kawakan dari berbagai penjuru dunia yang turut serta. Ratusan jurnalis tersebut ikut secara mendalam dalam penyelidikan bersama dan diketahui sudah memiliki akses atas 12 juta lebih dokumen dan file penting dari 14 perusahaan jasa keuangan. Perusahaan yang dimaksud adalah yang ada di negara-negara British Virgin Island, Panama, Belize, Singapura, UEA, Swiss dan Siprus. 

Pesohor Dunia Yang Namanya Tercatut

Raja Yordania Abdullah II

Nama Raja Yordania Abdullah II tercantum dalam dokumen Pandora Papers, yang mengungkap bahwa dirinya secara diam-diam telah membelanjakan lebih dari USD100 juta (Rp1,4 triliun). Uang tersebut digunakan untuk membangun kerajaan properti miliknya yang lokasinya tersebar di beberapa wilayah di Amerika Serikat dan Inggris. 

BERLIN, GERMANY – SEPTEMBER 17: King Abdullah II of Jordan speaks to the media following talks with German Chancellor at the Chancellery on September 17, 2019 in Berlin, Germany. The two discussed the recent attack on Saudi Arabian oil installations, among other issues. (Photo by Michele Tantussi/Getty Images)

Dalam investigasi, diketahui Abdullah II juga memiliki jaringan perusahaan offshore, di British Virgin Islands dan sejumlah negara yang selama ini disebut sebagai surga pajak. Harta properti itu di antaranya adalah 15 rumah mewah, yang dia beli sejak dirinya mengambil alih kekuasaan Yordania pada tahun 1999 silam. 

Rumah-rumah mewah itu seperti tiga buah properti senilai 50 juta poundsterling yang memiliki pemandangan laut, di wilayah pantai Malibu, California. Kemudian juga properti di kota Ascot serta London yang ada di Inggris, di mana salah satunya memiliki kolam renang yang sangat luas, sembilan kamar mandi dan juga ruang khusus untuk bioskop pribadi. 

Pembangunan properti mewah itu dilakukan Abdullah II di tengah banyak gelombang protes yang dilancarkan oleh warga Yordania, di saat negara sedang sibuk mencari cara untuk melakukan penghematan serta kebijakan kenaikan pajak dan negara sedang dilanda krisis finansial berkepanjangan. Selain itu, Raja Abdullah juga dituduh telah memimpin rezim secara otoriter. 

Properti mewah tersebut tidak tercatat atas nama Abdullah II secara langsung, melainkan dibeli dengan menggunakan perusahaan offshore miliknya di Malibu, California dan London, yang nilai totalnya bisa mencapai USD100 juta. 

Namun, kuasa hukum Raja Abdullah menegaskan bahwa properti mewah itu dibeli oleh kliennya dengan menggunakan kekayaan pribadi. Kuasa hukumnya juga menyebut bahwa dana pribadi itu juga digunakan untuk mendanai sejumlah proyek bagi warga Yordania. Oleh karena itu, dia menganggap bahwa praktik semacam itu adalah sebuah hal yang wajar, membeli properti atau aset lainnya menggunakan perusahaan offshore dengan alasan menjaga privasi dan keamanan.

Vladimir Putin

Pandora Papers juga menyeret nama Presiden Rusia Vladimir Putin. Terungkap bahwa Putin rupanya memiliki aset yang selama ini disembunyikan dengan rapi di Monako. Adalah jurnalis dari Washington Post yang berhasil menemukan catatan keuangan serta dokumen pajak Putin, yang kemudian mengungkap adanya pembelian sejumlah aset mewah dengan nama Svetlana Krivonogikh di Monaco. 

Svetlana belakangan diketahui sebagai wanita simpanan Putin. Bahkan hubungan rahasia Putin dengan Svetlana dikaruniai seorang anak perempuan, yang dilahirkan pada tahun 2003 silam. Dalam dokumen tersebut, Putin melakukan pembelian apartemen mewah di Monaco atas nama Svetlana, yang harganya mencapai USD4,1 juta. Pembelian tersebut dilakukan lewat perusahaan cangkang offshore di British Virgin Islands, beberapa minggu berselang setelah Svetlana melahirkan.

Svetlana Krivonogikh Yang Diduga Wanita Simpanan Putin

Pembelian apartemen mewah yang kemudian dimiliki oleh Svetlana itu menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, bagaimana bisa yang berasal dari keluarga sederhana mampu memiliki aset sebuah apartemen senilai USD4,1 juta. Tak hanya apartemen, Svetlana juga memiliki resor ski, saham di bank Rusia, kapal pesiar, yang semuanya seringkali dikaitkan dengan nama Putin.

Lebih lanjut mengenai keterkaitan antara Putin dengan Svetlana dalam sejumlah transaksi aset mewah itu adalah bahwa perempuan tersebut menggunakan jasa keuangan di Monaco, bersama dengan rekan-rekan miliarder Putin. Hal ini diungkap Washington Post, setelah sebelumnya mendapatkan sumber informasi dari sebuah lembaga investigasi Rusia, yang kini telah dilarang keberadaannya oleh pemerintah Rusia sejak tahun lalu. 

Tentu saja, pihak Kremlin pun mengeluarkan bantahan atas informasi ini.

PM Ceko Andrej Babis

Nama Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis juga masuk dalam daftar pesohor dunia yang terlibat dalam skandal keuangan Pandora Papers. Andrej sebelumnya kerap kali diberitakan oleh media massa setempat, tidak pernah memberikan laporan perusahaan investasi miliknya yang berada di surga pajak, yang kemudian digunakan untuk melakukan pembelian sebuah kastil seharga USD22 juta yang berlokasi di Prancis bagian selatan. 

Kastil mewah bernama Chateau Bigaud itu memiliki lima kamar tidur dengan luas mencapai 9,4 hektar, terletak di antara reruntuhan abad pertengahan dan hutan yang rimbun, di wilayah Desa Mougins, tempat Pablo Picasso menghabiskan masa-masa tua hidupnya selama lebih dari 12 tahun. 

Kompleks Kastil Mewah Chateau Bigaud Diduga Milik Perdana Menteri Ceko Andrej Babis

Media massa Ceko mulai menyoroti Babis, ketika dirinya tercium baru saja membeli kastil tersebut, dengan menggunakan perusahaan cangkang. Media Ceko juga menduga, uang pembelian kastil itu diperoleh Babis dari uang subsidi Uni Eropa yang seharusnya ditujukan untuk usaha kecil warga Ceko. 

Namun sampai sekarang, dugaan media Ceko itu tidak pernah diusut, sehingga keterkaitan antara Babis dengan kastil Chateau Bigaud masih sangat samar dan kabur. Namun di sisi lain, temuan soal pembelian kastil dan kepemilikan perusahaan cangkang itu juga mengikis kepercayaan warga Ceko, karena Babis selama ini dikenal vokal atas tindakan penghindaran pajak untuk memulihkan kesehatan fiskal negaranya. 

Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair

Pandora Papers rupanya juga mencatut nama Tony Blair dan bahkan istrinya, dalam tindakan penghindaran pajak properti. Blair dan sang istri terungkap tidak membayarkan bea materai ketika melakukan pembelian properti mewah seharga 6,45 juta poundsterling di London. 

Menariknya, Blair dan istri kemudian berkilah bahwa pembelian properti mewah itu dia lakukan dengan menggunakan perusahaan lepas pantai. Atas dasar itu, mereka bersikukuh bahwa adalah sebuah tindakan yang legal dan tidak melanggar hukum, apabila tidak membayar bea materai ketika membeli gedung di Marylebone, di London lewat perusahaan cangkang. Sayangnya, hal tersebut kontras dengan sosok Blair yang selama ini sangat kritis akan segala tindakan penghindaran pajak. 

Diketahui, properti mewah di Marylebone itu sekarang ditempati oleh konsultan hukum istri Blair. Konsultan hukum itu rupanya kerap kali memberikan nasihat untuk sejumlah pemerintah di berbagai negara. Selain itu juga menjadi markas yayasan wanita yang dikelola oleh istri Blair. 

Dalam pengakuannya, istri Blair menegaskan bahwa pembelian properti itu merupakan upaya dirinya untuk mengembalikan tempat tersebut di bawah aturan Inggris, sebab sebelumnya banyak sekali miliarder dari negara asing yang mencoba membeli properti itu yang dinilai bisa berdampak buruk terhadap negara. Dirinya juga mengaku siap untuk membayar semua pajak capital gain, jika nantinya properti itu dijual. 

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev

Nama Presiden Azerbaijan Ilham Aliyeh beserta keluarganya, sebelumnya memang sudah seringkali dikaitkan dengan skandal korupsi, termasuk juga sejumlah kasus pelanggaran HAM. Dokumen Pandora Papers semakin menguatkan tuduhan tersebut, di mana penyelidikan yang dilakukan menemukan adanya bukti bahwa keluarga Aliyev dan sejumlah rekan-rekannya, secara diam-diam terlibat dalam kesepakatan jual beli properti di Inggris, yang nilainya mencapai lebih dari 400 juta poundsterling. 

Menariknya, pengungkapan transaksi itu di sisi lain juga menampar pipi pemerintahan Inggris. Sebab, setelah berhasil membeli properti, Aliyev menjualnya kembali dengan berhasil mendapatkan keuntungan sampai 31 juta poundsterling, kepada pihak Crown Estate. Properti itu berada di London, yang sebelumnya dimiliki oleh Ratu Elizabeth dan dikelola oleh The Treasury untuk kemudian digunakan sebagai lokasi berbagai event penggalangan dana untuk kepentingan negara.

Tokoh Politik Indonesia

Nama tokoh politik Indonesia juga masuk dalam skandal Pandora Papers, yakni Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Luhut Pandjaitan disebut dalam Pandora Papers memiliki jabatan penting di sebuah perusahaan cangkang offshore di Republik Panama. Sementara Airlangga disebutkan memiliki peran di perusahaan Buckley Development Corporation dan Smart Property Holding Limited. 

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi mengatakan bahwa temuan tersebut tidak benar. Namun dirinya tidak menampik jika pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2010, Luhut pernah menjabat sebagai Dirut di Petrocapital SA. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2006 oleh Edgardo E Dia dan Fernando A Gil, serta memiliki landasan hukum Republik Panama, yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi. 

Jodi mengungkap bahwa perusahaan itu pada awalnya hendak digunakan sebagai pengembangan bisnis di luar negeri, utamanya adalah di daerah Amerika Tengah dan Selatan. Seiring berjalannya waktu, ada sejumlah masalah yang kemudian membuat Luhut mengundurkan diri. 

Di lain pihak, Airlangga Hartarto disebutkan Pandora Papers memiliki dua perusahaan di luar negeri, yang digunakan sebagai sarana pengurusan asuransi dan juga investasi. Perwakilan Partai Golkar mencoba meluruskan isu tersebut, dengan menyebut bahwa hal itu tidaklah benar. Pihaknya tidak banyak berkomentar, karena memilih lebih fokus dengan gelaran PON. Namun nantinya Golkar akan mencari tahu siapa di balik isu miring tersebut.