Sorotan Dunia Atas Kemenangan Prabowo di Pilpres 2024

Prabowo Subianto Ajak Duta Besar Cina Lu Kang Berfoto Dengan Kucing Kesayangannya Bernama Bobby
Prabowo Subianto Ajak Duta Besar Cina Lu Kang Berfoto Dengan Kucing Kesayangannya Bernama Bobby

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pasangan calon (paslon) nomor 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berhasil unggul berdasarkan penghitungan cepat (Quick Count) dari sejumlah lembaga survei. 

Prabowo-Gibran berhasil meraih lebih dari 57% suara dari sekitar 90% sampel suara yang masuk. Sementara itu, menurut Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Jumat (16/2) pukul 19.55 WIB, Prabowo meraih 57% suara dari 60,49% suara yang masuk.

Mendengar kabar itu, beberapa pemimpin dan pejabat negara-negara dunia pun ikut memberikan reaksi atas kemenangan Prabowo tersebut. Pemimpin negara-negara sahabat yang pertama kali menyampaikan selamat kepada Prabowo adalah PM Australia PM Anthony Albanese, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe.

Dilanjutkan oleh PM Ceko Petr Fiala, Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles dan juga Jubir Deplu Amerika Serikat (AS) Matthew Miller yang membuat keterangan resmi di website pemerintahan AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin pun turut mengucapkan selamat kepada calon presiden (Capres) Prabowo Subianto, meski belum ada penghitungan (Real Count) final dari KPU.

“Bapak Prabowo Subianto yang terhormat, terimalah ucapan selamat saya yang tulus atas kesempatan kemenangan meyakinkan Anda dalam Pilpres,” ungkap Putin dikutip dari Kantor Berita Rusia, TASS, Jumat (16/2).

Putin mengingatkan kepada Prabowo akan relasi kuat antara Rusia dan Indonesia sejauh ini. Ucapan selamat dari Putin kepada Prabowo disampaikan di situs resmi Kremlin.

Lanjutnya, relasi Republik Indonesia (RI) dan Republik Federasi Rusia berlandaskan prinsip-prinsip persahabatan yang tulus dan saling menghormati. Putin juga mengungkapkan hubungan kedua negara terus berkembang di berbagai bidang kerja sama sehingga tercipta ikatan yang semakin erat.

Putin menyebut, dia mengandalkan dialog konstruktif dengan Prabowo jika nantinya terpilih menjadi presiden. Diharapkan Rusia dan Indonesia bisa membicarakan soal isu-isu terkini pada agenda bilateral dan internasional.

Putin meyakini bahwa kegiatan Prabowo sebagai kepala negara akan sangat berkontribusi terhadap peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Rusia. Jika nantinya Prabowo menjadi pemimpin, akan banyak berperan untuk memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik. Presiden Rusia itu lantas mendoakan Prabowo agar sehat dan sejahtera.

Dubes Inggris Ucapkan Selamat Kepada Prabowo

Duta Besar (Dubes) Inggris untuk RI Dominic Jermey bertemu dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk menyampaikan ucapan selamat dari PM Inggris Rishi Sunak atas kesuksesan dalam Pemilu 2024.

Melalui foto-foto yang diunggah Dominic Jermey pada akun X @DomJermey, Sabtu (17/2), diketahui pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (16/2) di rumah dinas Prabowo sekitar kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Dubes Dominic memberikan sepucuk surat yang ada di dalam amplop putih kepada Prabowo yang kemudian langsung dibaca oleh Capres tersebut.

“Saya merasa terhormat dapat menyampaikan surat ucapan selamat dari Rishi Sunak atas kesuksesan Anda di Pemilu 2024,” tulis Dominic.

Di foto lainnya, Prabowo yang duduk di meja kerjanya terlihat menunjukkan sebuah buku kepada Dominic yang berdiri di sisi mejanya. Buku itu merupakan buku yang memuat gagasan strategis Prabowo dengan judul ‘Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045’.

Selain menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu, Dominic mengatakan bahwa keduanya turut mendiskusikan sejumlah hal-hal besar yang dicapai oleh kedua negara.

Dominic sebelumnya turut menunjukkan ketertarikan pada pesta demokrasi Indonesia dengan meninjau langsung Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Memakai pakaian batik berwarna coklat dan hitam, dia terlihat turut memantau jalannya proses pencoblosan. Selain itu, dia juga mengucapkan selamat kepada masyarakat Indonesia yang telah menggunakan hak pilihnya.

Belanda Harapkan Persahabatan Terus Terjalin 

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte berharap ke depannya Indonesia dan Belanda akan terus menjadi negara sahabat yang saling menguatkan. Harapan itu disampaikan Rutte, ketika memberikan ucapan selamat atas kemenangan Prabowo di Pemilu. 

“Saya ucapkan selamat Prabowo Subianto atas proyeksi hasil Pemilu Indonesia kemarin. Saya berharap kedepannya dapat terus mengembangkan persahabatan dan ikatan yang kuat antara kedua negara kita,” cuit Mark Rutte dalam akun X, Jumat (16/2).

Dikunjungi Dubes Cina

Minggu (18/2), Prabowo mendapatkan kunjungan langsung Dubes Cina Lu Kang di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut adalah untuk memberikan selamat kepada Prabowo lantaran menang dalam hasil hitung cepat sementara Pemilu 2024. 

“Congratulations,” ujar Lu sembari menjabat tangan Prabowo. 

Menariknya, kucing peliharaan Prabowo bernama Bobby, ikut dalam pertemuan yang diadakan di ruang kerja. Suasana pertemuan pun semakin bertambah hangat, dan kedua tokoh itu tampak beberapa kali melempar senyum dan bercanda. 

Prabowo lantas menunjukkan kucing peliharaan miliknya yang lain, yakni yang berwarna putih dengan corak hitam dan abu-abu kepada Lu. Pada akhir pertemuan, Prabowo kemudian mengajak Dubes Cina itu untuk berfoto bersama sambil menggendong Bobby. 

“Mari kita berfoto bersama Bobby,” kata Prabowo saat mengajak Lu Kang foto bersama, yang kemudian disanggupi. 

Pertemuan berakhir dengan Prabowo mengantarkan Lu Kang meninggalkan kediamannya dengan menaiki kendaraan roda empat. Saat berjalan menuju mobil tersebut, Prabowo sempat terekam kamera menggendong sambil menciumi kucing kesayangannya itu.

AS Singgung Masalah HAM

Berbanding terbalik dengan negara lain yang antusias, Amerika Serikat memberikan reaksi yang berbeda kepada Capres Prabowo Subianto. 

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengungkapkan bahwa AS masih mencari waktu yang tepat untuk memberikan ucapan selamat kepada Indonesia. Pihaknya juga sedang menunggu hasil Real Count, agar bisa memberikan selamat kepada Presiden Indonesia yang terpilih nantinya. 

“Kami akan menyampaikan ucapan selamat kami pada waktu yang tepat. Saya tidak punya, saya tidak bisa memberi Anda tanggal atau waktu tertentu untuk itu,” kata Kirby di Gedung Putih mengutip dari VOA, Sabtu (17/2).

Kirby menjelaskan bahwa pihaknya menghormati suara rakyat Indonesia, dengan menunggu hasil resmi yang belum diumumkan. Selain itu, pihaknya juga menanggapi tudingan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) atas Prabowo dan menyebabkannya dilarang masuk ke AS.

Menanggapi hal itu, Kirby mengatakan bahwa pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump telah mencabut larangan de facto terhadap Prabowo pada 2019. Kirby menerangkan bahwa HAM telah menjadi fondasi kebijakan luar negeri Presiden AS saat ini di bawah pimpinan Joe Biden. 

Dia mengatakan bahwa di setiap percakapan dengan pemimpin negara lain, Presiden Biden tidak pernah tidak menyinggung isu dan keprihatinan tentang HAM dan hak-hak sipil. Hal tersebut tidak akan pernah berubah.

Balasan Prabowo Atas Ucapan Selamat

Beberapa waktu lalu, melalui postingan Instagram pribadinya, Prabowo mengungkapkan dirinya mendapat ucapan selamat via telepon dari PM Australia Anthony Albanese, PM  Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe.

Selain dari saluran telepon, Albanese juga memberikan selamat ke Prabowo melalui akun X pribadinya pada Kamis (15/2). Namun, Capres nomor urut 02 tersebut baru membalasnya pada Jumat (16/2). Balasan Prabowo tersebut ditulis dalam Bahasa Inggris, berikut terjemahan Bahasa Indonesianya:

“Terima kasih PM @AlboMP untuk ucapan hangat Anda. Persahabatan erat antara Australia dan Indonesia merupakan bukti kesamaan nilai dan aspirasi kita bersama. Saya berharap dapat berkolaborasi dengan Anda untuk membangun masa depan yang lebih cerah antara Indonesia-Australia,” cuit Prabowo ke Albonese, dalam akun X pribadinya.

Selain Albonese, PM Ceko Petr Fiala yang memberikan ucapan selamat pada hari Pemilu Kamis (14/2) lalu juga baru dibalas oleh Prabowo pada Jumat (16/2).

“Terima kasih PM @P_Fiala untuk kata-kata Anda yang baik. Saya senang mendengar Anda menikmati kunjungan ke negara kami tercinta. Saya juga sangat mengapresiasi komitmen Anda untuk mempererat hubungan bilateral kita. Saya tak sabar untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara kita,” ungkap Prabowo di akun X-nya.

Mengutip dari CNBC Indonesia, balasan-balasan Prabowo kepada para pemimpin dan pejabat dunia tersebut mendapatkan antusiasme meriah dan respon yang beragam dari warganet. Balasan Prabowo untuk Albonese dan Fiala pun sudah dilihat lebih dari 1 juta kali.

Komentar warganet RI pun ramai di kedua postingan Prabowo. Ramai warganet turut memberikan ucapan selamat kepada Prabowo. Beberapa lainnya juga meminta selebrasi joget kemenangan Prabowo ketika sah terpilih sebagai pengganti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) nantinya.

Disorot Media Asing

Tidak hanya pimpinan negara dunia, media asing pun ikut menyorot kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2024. Salah satunya adalah Al Jazeera yang memuat artikel berjudul ‘Siapa Prabowo Subianto? Orang Yang Bakal jadi Presiden Indonesia Berikutnya’.

Dalam artikel itu, Al Jazeera menjelaskan jika Prabowo merupakan jenderal yang pernah ditakuti di Indonesia dan bahkan sampai dilarang masuk ke Amerika Serikat, namun kini menjadi seorang kakek yang lucu. 

Tentu saja, yang paling disorot dalam artikel tersebut adalah hubungan Prabowo dengan tragedi 1998. Adalah John Muhammad, yang diwawancarai oleh Al Jazeera, seorang aktivis yang pernah memimpin mahasiswa dalam aksi unjuk rasa 1998 tersebut. 

Al Jazeera mengutip pernyataan John yang mengaku khawatir dengan masa depan demokrasi di Indonesia, sebab Prabowo bakal menjadi presiden selanjutnya. 

“Jika Prabowo menjadi presiden, itu akan membuat banyak orang semakin berani. Tidak akan ada lagi yang takut untuk melakukan pelanggaran HAM, karena Prabowo memberi contoh bahwa dia mampu menghindari semua tuduhan yang ditujukan padanya, dan berhasil menutupinya. Ini sangat berbahaya, dan Indonesia bakal menjadi negara demokrasi yang sangat gelap apabila dipimpin oleh Prabowo,” tutur John.