google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Stress Bisa Membuat Tubuh Gemuk, Kok Bisa?

Stress menyebabkan gemuk

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa stress bukan hanya memengaruhi kesehatan mental saja, namun juga kesehatan fisik Anda pun ikuti dipengaruhi oleh stress.

Sebagian dari Anda mungkin lebih mengenal dengan efek stress seperti menurunnya nafsu makan, hingga membuat berat badan menjadi turun secara drastic.

Akan tetapi, ada pula sebaliknya, mereka yang sedang merasakan stress justru mengalami kenaikan berat badan lho. Lantas, mengapa kasus berbeda ini bisa terjadi kepada seseorang yang sedang mengalami stress?

Penjelasan Ilmiah Stress Berhubungan Dengan Kenaikan Berat Badan

Memang benar adanya bila efek stress kepada masing – masing orang jelas berbeda. Ada yang nafsu makan hilang atau menurun drastis hingga akhirnya terlewat dari jam makan, serta ada pula yang justru menjadi makanan sebagai bentuk pelarian dari berbagai macam perasaan sedih dan tertekan.

Perlu untuk Anda ketahui bahwa berat badan yang mengalami kenaikan akibat dari stress juga bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal. Ketika Anda sedang stress, tubuh bakalan melepaskan tiga jenis hormon, yakni adrenalin, norepinephrine dan juga kortisol.

Hormon norephinephrine dan adrenalin yang langsung bekerja sama bakalan meningkatkan kewaspadaan tubuh guna merespon sesuatu yang dapat membuat Anda merasa tertekan. Adapun efek dari kedua hormon ini hanya berlangsung sebentar saja sebelum pada akhirnya kembali normal dan digantikan oleh kemunculan hormon kortisol.

Sebenarnya, hormon kortisol itu sendiri mempunyai berbagai macam kegunaannya bagi tubuh. Hormon inilah yang nantinya akan menjaga pasokan energi dengan cara merangsan metabolisme memakai karbohidrat dan lemak dalam tubuh.

Selain itu juga, hormon kortisol ini pun berperan aktif dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah dan cairan serta menekan fungsi pada organ tubuh yang sedang tidak digunakan.

Dengan kata lainnya bahwa hormon kortisol ini juga membantu tubuh supaya lebih efektif pada saat menghadapi situasi atau kondisi yang mengancam. Proses ini pun bakalan menghasilkan efek seperti meningkatkan nafsu makan.

Namun sayangnya, bila stress ini tidak bisa dikendalikan, hormon kortisol yang masih ada di dalam tubuh justru mengalami peningkatan. Hal inilah yang menyebabkan nafsu makan Anda menjadi naik ketika stress yang nantinya akan berujung pada kenaikan berat badan secara berkala.

Dikarenakan hormon kortisol ini menggunakan karbohidrat dan juga lemak sebagai bahan bakar untuk metabolismenya, maka Anda pun bisa jadi semakin ingin mengonsumsi makanan berlemak dan juga manis.

Stress Bisa Memperlambat Metabolisme Tubuh Pada Wanita

Fakta satu ini sudah ditemukan dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Ohio University di tahun 2015 lalu.

Di dalam penelitian tersebut, para peserta yang seluruhnya adalah wanita diajukan pertanyaan seputar hal – hal yang dapat memicu stress sebelum diberikan makanan tinggi kalori dan berlemak. Setelah itu pun, para peneliti bakalan menghitung tingkat metabolisme tubuh peserta, dan juga memeriksa insulin, kadar gula darah, kortisol dan juga trigliserida.

Hasilnya pun para peserta yang mempunyai pemicu stress akan membakar kalori jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan peserta yang sedang baik – baik saja. Mereka pun mempunyai tingkat insulin yang jauh lebih tinggi sehingga berdampak pada penumpukan lemak di dalam tubuh dan berujung pada perut menjadi buncit.

Tips Mengatasi Kenaikan Berat Badan Akibat Dari Stress

Salah satu hal yang kerap kali disarankan bila Anda tidak ingin mengalami kenaikan berat badan adalah dengan cara mengatur manajemen stress yang cukup baik.

Akan tetapi, apabila hormon kortisol ini sudah terlanjur mengambil alih keseluruhan tubuh Anda, ada beberapa hal yang mesti Anda lakukan, di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Pilih jenis makanan dengan kandungan lemak baik

Hormon kortisol bisa bekerja secara maksimal apabila tersedia cadangan lemak yang cukup. Untuk cara mengakalinya, alangkah baiknya Anda konsumsi makanan yang terdapat kandungan lemak baik, seperti halnya salad dengan buah alpukat ataupun minyak zaitun.

Tetapi, perlu diingat adalah untuk tetap bisa memilih satu jenis dari sumber lemak baik dalam setiap makanan supaya tidak berlebihan ya.

2. Kendalikan porsi makan

Salah satu hal yang cukup sulit dilakukan adalah menahan keinginan untuk makan, namun tetap harus Anda lakukan supaya tidak menimbulkan kenaikan berat badan setelah terlepas dari stress.

Jikalau hal tersebut masih dirasakan begitu berat, Anda bisa perbanyak porsi makanan yang terdapat kandungan serat dan juga air yang tinggi, serta rendah kalori seperti halnya sayur – sayuran.

3. Rutin berolahraga

Kunci untuk terhindari dari masalah kenaikan berat badan adalah dengan menjaga tubuh Anda supaya terus bergerak. Selain bisa membakar lemak, olahraga juga bisa membantu untuk menghilangkan stress dengan cara mendorong keluarnya hormone endorphin yang bisa membuat tubuh jadi lebih rileks dan bahagia.

Tidak mesti dengan olahraga yang berat, Anda juga bisa melakukan jalan kaki sekitar 30 menit 3 jam sesudah makan ya.