google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Sudah Daftar Vaksin Covid-19? Kenali Dulu Persyaratan Calon Penerima Vaksinasi

program vaksinasi untuk masyarakat umum

Sudah sekitar kurang lebih empat bulan program vaksinasi Covid-19 berjalan di seluruh daerah di Indonesia. Kalau pun pada tahapan sebelumnya orang rentan dan berisiko tinggi yang mendapatkan vaksin, sekarang sudah gilirannya masyarakat umum yang divaksin.

Nah, sekarang persiapkan diri Anda dengan maksimal mungkin supaya proses penyuntikan vaksin berjalan lancar tanpa adanya hambatan sedikit pun. Salah satu langkahnya adalah dengan Anda menyimak beberapa persyaratan terkait dengan vaksinasi Covid-19 berikut ini :

  1. Usia Harus di Atas 18 Tahun

Dilansir dari Corona.Jakarta, syarat untuk penerima vaksin Covid-19 di Indonesia adalah sudah berumur di atas 18 tahun. Vaksin virus corona ini tidak diperkenankan diberikan kepada orang yang di bawah usia 18 tahun atau pun anak – anak.

Uji klinik vaksin untuk anak – anak dan remaja di bawah 18 tahun ini sedang dilakukan. Namun, ada kabar baiknya, sekarang ini vaksin Covid-19 Pfizer sudah diberikan kepada anak di atas usia 12 tahun di Amerika Serikat.

2. Tidak Sedang Dalam Kondisi Positif Covid-19

Seseorang yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus corona harus menunda terlebih dahulu vaksinasi ini sampai dipastikan sembuh total. Setelah sembuh dari Covid-19, berdasarkan pada penjelasan dokter Dyah Novita Anggraini, Anda harus menunggu dulu setidaknya kurang lebih 3 bulan untuk bisa mendapatkan vaksinasi virus corona.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), meskipun tubuh sudah mempunyai antibody, vaksin harus tetap diberikan. Vaksin ini akan bertindak sebagai booster atau bisa memperkuat sistem imunitas tubuh manusia. Dalam beberapa kasus orang yang terinfeksi kembali Covid-19, vaksin ini begitu penting untuk meringankan gejala dari paparan virus corona yang masuk lagi ke dalam tubuh manusia.

3. Tidak Sedang Dalam Kondisi Hamil

Dikutip dari Yalehealth, sejauh ini data yang ada terkait dengan keamanan vaksin Covid-19 bagi ibu hamil sangatlah terbatas. Penelitian serta uji klinik yang lebih luas masih perlu dilakukan lagi, sebelum vaksinasi untuk ibu hamil diberikan.

4. Kondisi Tekanan Darah Normal dan atau Terkontrol

Salah satu skrining awal sebagai syarat dari vaksinasi Covid-19 adalah dengan pengecekan tekanan darah. Jika saat skrining tekanan darah Anda menunjukkan di atas atau pun sama dengan 180/110, pemberian vaksinasi ini harus ditunda.

Lalu, bagaimana dengan para penderita tekanan darah tinggi, apakah bisa mereka mendapatkan vaksin? Meskipun sempat menjadi bahan perdebatan, Kemenkes RI sudah mengeluarkan surat edaran bahwa penderita hipertensi ini diperbolehkan untuk menerima vaksin Covid-19.

Akan tetapi, mereka diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah sebelum mendapatkan vaksinasi virus corona. Yang artinya adalah tekanan darah mereka harus tetap terkontrol.

5. Tidak Sedang Memiliki Reaksi Alergi yang Cukup Parah

Masih dikutip dari Yalehealth, orang yang sedang mempunyai reaksi alergi cukup parah atau anafilaksis terhadap bahan atau komponen dari vaksin virus corona ini tidak diperbolehkan mendapatkan vaksin tersebut. Anda yang memiliki reaksi alergi berat terhadap vaksin atau pun obat suntuk wajib melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau penyedia kesehatan sebelum disuntikkan vaksin virus corona.

Setelah divaksin, orang dengan riwayat alergi parah pun wajib diobservasi kurang lebih 30 menit. Jika setelah mendapatkan vaksin pertama Anda menunjukkan gejala dari reaksi alergi, seperti halnya sesak napas, kemerah – merahan di seluruh badan, bengkak atau reaksi alergi berat yang lainnya, harus mempertimbangkan untuk tidak menerima dosis kedua dari vaksin tersebut. Lalu, usahakan untuk konsultasi dengan dokter Anda.

6. Bukan Termasuk Pasien Kanker

Seseorang dengan penyakit kanker belum diperbolehkan untuk menerima vaksin virus corona. Namun, para penderita kanker yang sudah menjalani pengobatan dan juga terapi dierbolehkan untuk mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Meskipun begitu, mungkin tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat Anda sebelum mengikuti program vaksinasi Covid-19.

7. Tidak Sedang Menderita Autoimun Sistemik

Seperti yang dijelaskan oleh dokter Dyah Novita, vaksinasi bagi para penderita penyakit autoimun sistemik, seperti halnya arthritis rheumatoid atau RA, lupus atau SLE, dan juga sindrom sjogren, sebaiknya ditunda dahulu.

‘’Para penyintas autoimun memang boleh divaksin, dengan catatan harus terkontrol dengan cukup baik dan sedag tidak mengonsumsi obat – obatan imunosupresan, obat yang dapat menurunkan imunitas,’’ ungkap dokter Dyah Novita.

Ia pun menyarankan untuk sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menerima vaksinasi Covid-19.

8. Tidak Sedang Memiliki Gangguan Pembekuan Darah atau Baru saja Menerima Tranfusi Darah

Seseorang yang sedang mengalami gangguan pembekuan darah, sedang melakukan transfuse darah, defisiensi imun, sebaiknya untuk menundah program vaksinasi Covid-19 terlebih dahulu. Vaksin virus corona ini hanya boleh diberikan bila sudah mempunyai surat kelayakan vaksin dari dokter yang menangani.

9. Sedang Menderita Epilepsi Dan Ayan

Bagi para penderita ayan atau pun epilepsi pada umumnya adalah mereka yang mempunyai gangguan pada sistem saraf pusat yang diakibatkan oleh pola aktivitas otak yang cenderung tidak normal. Keduanya ini masih belum disarankan untuk menerima vaksinasi virus corona.

Akan tetapi, jika kondisi para penderita terkontrol, vaksinasi Covid-19 masih aman diberikan. Lakukan konsultasi dengan dokter bila Anda sedang menderita ayan dan epilepi yang ingin memperoleh suntikan vaksin virus corona.

10. Tidak Sedang Sedang Menerima Vaksin Lainnya

Bagi mereka yang baru saja mendapatkan vaksin lainnya, seperti misalnya vaksin influenza, seharusnya menunda terlebih dahulu vaksinasi Covid-19. Vaksinasi ini harus ditunda sampai dengan satu bulan setelah mendapatkan suntikan yang dilakukan sebelumnya.

11. Penderita HIV/AIDS Yang Terkontrol

Dilansir dari berbagai media, Kasubdit HIV – AIDS Kementerian Kesehatan, Nurjannah, menjelaskan jika penderita HIV – AIDS tetap boleh menerima vaksinasi Covid-19. Dengan catatannya cluster of differentiation 4 atau pun sel darah putihnya di atas 200 atau hasil pemeriksaan viral load tidak lagi terdeteksi.