google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Sulit Disadari, Inilah Kondisi yang Membuat Anda Mengalami Dehidrasi

Penyebab Anda Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh umumnya kerap kali terjadi pada saat tubuh kehilangan air yang lebih banyak daripada yang diminum. Sebagian besar dari kadar air tubuh akan hilang melalui kulit karena keluar dalam bentuk keringat.

Ada banyak penyebab dari dehidrasi ini, beberapa di antaranya mungkin saja tidak pernah Anda duga sebelumnya, lantas seperti apa gejala dari dehidrasi tersebut?

Kenali Gejala dari Dehidrasi

Kondisi dehidrasi ringan sebenarnya sering kali dirasakan oleh siapa saja. Akan tetapi, dehidrasi ringan tidak selalu menimbulkan gejala yang berat.

Gejala dari dehidrasi yang serius ini baru akan muncul pada saat sebagian besar sel – sel tubuh sudah mulai kekurangan kadar air dan tidak akan tergantikan setelah beberapa waktu atau pun dikenal dengan dehidrasi sedang.

Beberapa dari gejala yang bisa saja muncul akibat dehidrasi ringan sampai sedang, di antaranya adalah :

  • Rasa kantuk
  • Mulut jadi kering
  • Rasa haus
  • Aliran urine sedikit
  • Air mata sedikit
  • Mengalami sembelit
  • Kulit jadi kering
  • Sakit kepala atau pusing

Sedangkan untuk gejala dehidrasi yang sedang sampai berat bisa menimbulkan gejala, di antaranya adalah :

  • Rasa haus yang begitu parah
  • Tidak mengeluarkan kerigat
  • Hipotensi
  • Jantung berdetak lebih cepat
  • Napas menjadi semakin cepat
  • Demam
  • Kulit berkerutan
  • Mata tampak lebih cekung
  • Warna gelap pada urine

Meskipun terdapat berbagai macam gejala di atas, dehidrasi ini kerap kali tidak disadari karena Anda menganggap konsumsi air minum sudah tercukupi. Pada kenyataannya, penyebab dehidrasi ini bukan dikarenakan kekurangan air minum saja, akan tetapi ada beberapa faktor lainnya.

Bermacam Kondisi Kesehatan yang Bisa Menjadi Penyebab Dehidrasi

Pada umumnya, dehidrasi ini terjadi ketika tengah bekerja di lingkungan dengan temperature yang tinggi serta olahraga atau pun sedang mengalami gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh luka bakar, diare, dan infeksi saluran pencernaan lainnya serta adanya gejala demam dan muntah – muntah.

Namun ternyata ada pula beberapa kondisi yang lain penyebab dari dehidrasi yang mungkin tidak pernah Anda sadari  sebelumnya, seperti :

  1. Diabetes

Seseorang yang sedang menderita diabetes, terutama bila mereka tidak menyadarinya, justru akan lebih berisiko mengalami dehidrasi. Kondisi penyakit diabetes ini bisa menyebabkan dehidrasi dikarenakan tubuh akan selalu berupaya menyeimbangkan kadar gula darah yang berlebihan saat pembuangan urine yang lebih sering daripada biasanya.

2. Menstruasi

Hormon estrogen dan progesterone bisa memengaruhi kadar cairan dalam tubuh. Pada saat kedua hormon tersebut mengalami perubahan, seperti mengalami menstruasi, konsumsi air rutin juga diperlukan untuk menjaga tubuh agar tidak dehidrasi. Ditambah lagi bila darah yang dikeluarkan terlalu banyak, maka kehilangan cairan bisa terjadi secara besar – besaran.

3. Sedang konsumsi jenis obat tertentu

Beberapa dari jenis obat yang memiliki efek samping dengan cara meningkatkan frekuensi urinasi, salah satunya adalah obat diuretic yang dikonsumsi oleh pengidap hipertensi. Obat lainnya yang bisa menyebabkan diare dan juga muntah – muntah diakibatkan oleh rasa mual pun memiliki potensi pada pengeluaran cairan tubuh secara berlebihan.

4. Konsumsi alkohol

Salah satu efek dari minum minuman beralkohol adalah mencegah kerja hormon antidiuretic untuk menyerap kembali cairan yang sudah dikonsumsi. Alkohol pun memiliki efek diuretic yang dapat menyebabkan cairan menjadi lebih mudah memasuki kandung kemih untuk dikeluarkan kembali.

Kedua proses diatas bisa mengurangi kadar cairan tubuh secara signifikan. Terlebih lagi alkohol bisa menyebabkan seseorang konsumsi air lebih sedikit dikarenakan penurunan kemampuan untuk merasakan haus dan juga rasa lelah.

5. Stress

Tubuh bisa kehilangan kemampuan untuk mengendalikan cairan dan juga elekrolit akibat dari penurunan kadar hormon aldosterone yang dipicu oleh hormone adrenal dan kondisi stress.

Ketika sedang mengalami stress kronis konsumsi air minum mungkin saja bisa langsung mengatasi dehidrasi sementara waktu, tetapi mengendalikan dengan stress juga bisa membantu fungsi regulasi cairan dan elektrolit.

6. Diet rendah karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu jenis nutrisi yang disimpan bersamaan dengan air. Oleh karena itulah berat badan bisa turun secara drastis bila menjalani program diet karbo. Namun, pada saat Anda mengurangi asupan karbohidrat ini artinya adalah kadar cairan tubuh juga mengalami penurunan pula.

7. Inflammatory bowel syndrome (IBS)

Inflammatory bowel syndrome (IBS) merupakan jenis penyakit yang dapat menyebabkan rasa mual dan diare. Terlebih lagi ketika mengonsumsi makanan pemicu IBS yang jenis makanannya terdapat banyak kandungan air di dalamnya.

Konsumsi makanan yang dianggap pemicu IBS bisa saja Anda kurangi serta dapat pula menyebabkan tubuh hanya memeroleh sedikit sekali cairan.

8. Kehamilan dan menyusui

Kondisi kehamilan tentu saja dapat membuat seseorang membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak daripada biasanya, terlebih lagi bila cairan ketika hamil terbuang melalui morning sickness.

Selain itu juga, ketika proses menyusui kadar air dalam tubuh juga cenderung akan berkurang bersamaan dengan protein, elektrolit dan nutrisi lainnya.

9. Tinggal di dataran yang tinggi

Ketika sedang berada di dataran tinggi yang cenderung lebih dingin, tubuh akan beradaptasi dengan cara meningkatkan frekuensi bernapas serta mengeluarkan urine.

Kedua jenis proses di atas memang sangat diperlukan sebagai penyeimbang kadar oksigen hingga cairan lebih banyak keluar melalui uap air pernapasan dan air kemih.

10. Lanjut Usia

Seseorang lanjut usia menjadi lebih rentan mengalami dehidrasi dikarenakan penurunan kemampuan merasakan lapar dan juga haus. Lansia juga cenderung lebih sulit merasakan gejala dari dehidrasi dan lebih mudah lupa bila mereka sudah cukup lama tidak konsumsi air putih.