google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Swab Antigen dan PCR Test Tidaklah Sama, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Hingga saat ini pemerintah masih terus mengupayakan untuk bisa melakukan pemeriksaan laboratorium secara massif, sehingga dapat menemukan kasus Covid-19 di masyarakat Indonesia. Langkah tersebut diambil supaya dapat melacar dan juga memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia. Setidaknya ada sekitar dua tes yang sekarang ini sedang ramai dilakukan, yakni PCR atau polumerase chain reaction dan juga rapid test. Untuk rapid test ini terdiri dari dua jenis tes, seperti rapid tes antibodi dan antigen atau swab antigen.

Lantas, apa yang membedakan antara swab antigen dengan tes PCR ini? Alat tes manakah yang lebih akurat untuk bisa mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh manusia?

Tes PCR Untuk Mencari Jejak Genetik Dari Suatu Virus

Tes PCR ini merupakan salah satu pemeriksaan molekuler untuk seluruh pasien yang terduga sudah terinfeksi virus corona. Tes ini pun merupakan rekomendasi yang sudah ditentukan leh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia.

Tes PCR ini digunakan untuk bisa mendeteksi penyakit dengan cara mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Sampel yang telah dikumpulkan ini diambil dengan cara teknik usap hidung maupun tenggorokan atau swab.

Materi genetik yang ada di masing – masing sel, termasuk halnya virus, bisa berupa DNA dan juga RNA. Dari kedua jenis materi genetik inilah dapat dibedakan dari total jumlah rantai yang ada di dalamnya. DNA inilah merupakan materi genetik rantai ganda, sementara itu untuk RNA ini adalah berantai tunggal.

Hal yang menarik dari masing – masing RNA dan DNA pada makhluk hidup ini akan membawa informasi genetik dari tubuhnya. Keberadaan RNA dan DNA ini dapat dideteksi oleh teknologi PCR melalui teknik perbanyakan atau dikenal dengan istilah amplifikasi. Keberadaan dari material genetin dan suatu jenis penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus maupun bakteri, dalam hal ini Covid-19 dapat terdeteksi menggunakan tes tersebut.

Perlu diketahui virus corona ini yang menyebabkan Covid-19 merupakan suatu virus RNA. Oleh sebab itulah, cara untuk dapat mendeteksi virus ini diawali dengan konversi atau mengubah RNA yang sudah ditemukan di sampel hasil dari pengambilan swab melalu hidung atau pun tenggorokan berupa lender atau pun dahak, menjadi DNA.

Setelah diubah menjadi DNA ini, proses selanjutnya adalah memperbanyak materi genetik tersebut melalui alat bernama PCR. Apabila mesin PCR ini mendeteksi adanya RNA dari virus corona dalam sampel tersebut, maka hasil di dapatkan adalah positif.

Lantas, siapa saja yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tes PCR ini? Berdasarkan dari laman Indonesia.go.id, berikut ini ada sejumlah kelompok orang yang memang perlu melakukan tes PCR.

  • Seseorang dengan kategori suspek dikarenakan gejala sakit tenggorokan, sesak napas, batuk, disertai pula dengan demam 38 derajat celcius.
  • Seseorang yang sedang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
  • Seseorang yang sudah terkonfirmasi reaktif berdasarkan pada hasil rapid test.
  • Seseorang yang sedang bepergian keluar kota atau pun luar negeri pada 14 hari terakhir.

Pengambilan dari specimen inilah dilakukan maksimal sekitar dua hari sesudah munculnya gejala, seperti halnya demam, sesak napas dan juga batuk. Lalu, bagaimana dengan tes swab antigen untuk deteksi Covid-19?

Swab Antigen Masih Membutuhkan Konfirmasi Lebih Lanjut

Menurut ahli dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tes antigen ini adalah immunoassay yang dapat mendeteksi keberadaan dari antigen virus tertentu, yang menunjukkan infeksi virus saat ini. Tes antigen ini sekarang dapat dilakukan dengan cara swab pada bagian hidung atau pun tenggorokan, seperti halnya pengambilan sampel dengan tes PCR.

Menurut CDC, tes antigen ini paling efektif dan cepat bekerja dilakukan saat seseorang dites pada tahapan awal infeksi virus corona. Sebab, di masa inilah virus load umumnya memang paling tinggi. Swab antigen ini bakalan mengambil sampel antigen, yakni protein yang dikeluarkan oleh virus seperti dalam virus corona. Antigen inilah yang akan terdeteksi saat ada infeksi yang sedang berlangsung di dalam tubuh manusia. Jadi, singkatnya, tes swab antigen ini dapat mendeteksi keberadaan dari antigen virus corona dalam tubuh manusia.

Sekarang ini, baik untuk rapid test antigen atau pun antibodi, dilakukan untuk mendeteksi kasus suspek atau pun bagi mereka yang sedang mengalami gejala berat dari Covid-19. Hal ini memang perlu ditegaskan, menurut Keputusan Menteri Kesehatan Indonesia, pemeriksaan dari rapid test ini tidak digunakan untuk diagnostik. Rapid test seperti halnya swab antigen ini dilakukan pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan dari RT – PCR.

Pemeriksaan dari rapid test antibodi atau pun antigen ini hanya merupakan langkah skrining awal saja. Dengan kata lainnya, hasil dari rapid tes ini masih harus dikonfirmasi dengan RT – PCR. ‘’Tetap harus dilakukan konfirmasi dengan menggunakan tes PCR karena inilah yang menjadi penting. PCR ini memiliki sensitivitas yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pemeriksaan rapid tes,’’ ungkap Ahmad Yurianto, saat masih menjabat sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19.

Sekarang Anda sudah tahu perbedaan mengenai tes PCR dan juga swab antigen. Perbedaan antara tes PCR dan swab antigen ini terletak dalam teknik dan teknologi yang akan digunakan. PCR tes ini mencari keberadaan dari virus corona melalui DNA dan RNA. Sementara itu, untuk swab antigen ini melalui antigen atau protein yang sudah dikeluarkan oleh virus corona.