Teknologi 5G Didepan Mata, Sudah Siapkah Kita?

teknologi 5G didepan mata

Perkembangan dunia telekomunikasi seluler begitu pesat sehingga saat ini telepon seluler bukan sebatas sarana komunikasi semata. Penggunaan telepon seluler juga berfungsi sebagai media yang menyampaikan informasi sekaligus hiburan. Walaupun saat ini jaringan seluler 4G masih mendominasi, namun kebutuhan terhadap koneksi yang lebih cepat mendorong kehadiran teknologi 5G. Teknologi 5G didepan mata, sudah siapkah kita?

Sekilas Generasi Jaringan Seluler

Generasi pertama jaringan seluler (1G) diperkenalkan di Jepang oleh Nippon Telegraph dan Telephone (NTT) pada tahun 1979. Jaringan seluler 1G menjadikan seluruh telepon di Tokyo pada saat itu terhubung. Seiring perkembangannya, lahirlah generasi jaringan seluler yang kedua (2G) sekitar tahun 1990an. Teknologinya dapat dipergunakan sebatas untuk pengiriman pesan atau data dengan ukuran kecil saja.

Generasi ketiga atau biasa kita sebut 3G kemudian diperkenalkan sekitar tahun 1998. Generasi ketiga ini diklaim sebagai mobile broadband pertama, karena kemampuannya untuk mengakses internet menggunakan kabel. Pada masa tersebut warung internet alias warnet pun bertebaran, begitu juga ponsel dengan fitur video streaming dan video call.

Hingga akhirnya munculah generasi jaringan seluler keempat (4G) yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 2009. Keberadaan jaringan 4G memberikan dampak yang cukup besar bagi manusia.

Baca juga : Fitur Baru Monitor Dell, Tombol Khusus Ms Team

Teknologi 5G Didepan Mata

Saat ini, generasi jaringan seluler telah memasuki generasi kelima (5G). Ketika jaringan 5G resmi diluncurkan, maka akan terjadi perubahan pada alat komunikasi, alat transportasi, dan bahkan rumah serta lingkungan kerja. Nantinya, aktivitas seperti download, upload, streaming, video call, gaming, dan phone call berjalan tanpa hambatan berarti.

Setelah melalui uji penggunaan di Amerika Serikat, jaringan 5G diketahui menghasilkan kecepatan transfer data sampai dengan 1.000 Mbps per detik. Kecepatan ini merupakan 25 kali kecepatan 4G, dan bahkan dapat mencapai kecepatan 10 Gbps.

Dengan penggunaan jaringan 5G ini, film dengan durasi dua jam dapat diunduh dalam waktu 3,6 detik saja. Mobil akan dikendalikan tanpa pengemudi, panggilan telepon dalam wujud hologram. Selain itu, lemari es memiliki sensor yang memungkinkan untuk mengetahui persediaan makanan, kemudian secara otomatis melakukan pemesanan melalui internet.

Suatu hari nanti, seseorang bisa mengunduh film berdurasi dua jam ke ponsel hanya dalam waktu 3,6 detik. Para ahli menyebutnya sebagai inovasi teknologi terbesar, sejak keberadaan internet. Namun, ada sisi negatifnya juga dari pemanfaatan 5G.

Perangkat yang Kompatibel

Namun demikian, perangkat yang digunakan pun harus kompatibel supaya kehebatan jaringan 5G. Beberapa produsen telepon seluler meluncurkan produk yang mendukung penggunaan jaringan generasi kelima itu. Terkait hal ini, teknologi 5G baru dapat digunakan di perangkat tertentu berbasis Android.

Perusahaan Oppo, contohnya, telah mengupayakan kehadiran teknologi 5G sejak Oktober 2018. Pada waktu itu Oppo melakukan pengujian jaringan seluler 5G melalui panggilan video tiga dimensi (3D). Produsen smartphone asal China itu lalu memulai proyek awal 5G sekitar Februari 2019 dengan bersama dengan sejumlah perusahaan, seperti Ericsson, Qualcomm Technologies, Swisscom, dan Telstra.

Tentu saja, di awal kemunculannya, ponsel pintar yang mendukung jaringan generasi kelima akan memiliki harga yang tergolong mewah. Hal yang sama terjadi ketika jaringan 4G pertama kali diperkenalkan di pasar elektronik dunia. Keinginan konsumen akan penggunaan teknologi terbaru akan memancing menjamurnya ponsel pintar yang mendukung jaringan tersebut di masa yang akan datang.

Bagaimanapun juga, jaringan seluler 5G masih membutuhkan banyak penyesuaian sebagai teknologi baru, sebelum menjadi standar dalam teknologi jaringan. Pun pemerintah belum secara resmi meluncurkan penggunaan 5G di Indonesia. Karena alasan tersebut, maka membeli smartphone yang telah mendukung jaringan 5G belum menjadi suatu keharusan. Konsumen masih memiliki pilihan untuk menggunakan ponsel pintar yang telah dimilikinya saat ini. Just take your time!