google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Usai Marah-Marah Hina Risma, Bupati Alor Amon Djobo Kena Getahnya

Bupati Alor Amon Djobo Meminta Maaf ke Menteri Risma

Setelah videonya yang marah-marah kepada staf Kementerian Sosial dan secara langsung menghina Menteri Sosial Tri Rismaharini, Bupati Alor Amon Djobo sepertinya kena getahnya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) langsung menyatakan pencabutan dukungan terhadap sosok yang pernah mereka antarkan menduduki jabatan Bupati hingga dua periode itu. 

Amon pun menyatakan rasa penyesalan yang mendalam, apabila Dewan Pimpinan Pusat PDIP memang benar-benar mencabut dukungan dan juga rekomendasi terhadap dirinya. Namun meski demikian, sampai detik ini dia masih menunggu surat resmi dari pencabutan dukungan itu. Sebab, dia mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari PDIP.

Sebagai informasi, Amon Djobo yang berpasangan dengan Imran Duru, diusung oleh tuju partai politik, dan salah satunya adalah PDIP. Mereka maju sebagai paslon Bupati dan Wakil Bupati Alor, NTT di Pilkada 2017. 

“Saya berterima kasih apabila surat tersebut memang sudah ada. Saya juga menyesalkan sikap DPP PDIP yang secara mendadak menarik dukungan terhadapnya,” kata Amon. 

Amon menyayangkan langkah yang diambil PDIP, apalagi jika penyebabnya karena video yang viral tersebut. Namun apapun itu, Amon sangat memahami jika keputusan untuk mencabut dukungan sepenuhnya menjadi hak partai bergambar kepala banteng itu. 

Di sisi lain, Amon mengaku pencabutan itu tidak akan mempengaruhi posisinya sebagai Bupati Alor yang dia jabat hingga dua periode itu. Menurutnya, saat ini masih ada 14 kursi di DPRD Alor yang masih memberikan dukungan kepada dirinya, jika nantinya PDIP memang benar mencabut dukungan.

Amon pun menjelaskan bahwa video yang viral itu tidak menunjukkan kejadian seutuhnya, dan hanya diambil ketika dia marah-marah dan memaki-maki Menteri Risma. 

Berbalik Puji Risma

Setelah semua yang terjadi setelah viralnya video Amon saat marah-marah, Bupati Alor itu pun secara khusus meminta maaf kepada Menteri Risma. Dia sebelumnya menyebut Risma sebagai sosok yang bodoh yang tahunya hanya menanam bunga dan pohon. 

“Dia pikir dia tahu apa? Bikin Surabaya, tanam bunga pohon saja kok, tahu apa dia? Apa dia? Memangnya penanganan PKH itu apa? Itu program pusat, untuk orang miskin” kata Amon kala itu dengan nada tinggi dan bahkan mengancam akan melemparkan kursi ke staf Kemensos.

Namun pada akhirnya, Amon pun meminta maaf kepada Risma atas perkataan yang menurutnya tidak pantas diucapkan sebelumnya itu.

“Ibu menteri saya meminta permohonan maaf kalau sikap dan tutur kata saya salah. Tapi, satu ada di Jakarta satu ada di kabupaten, kadang-kadang kita saling silang pendapat. Tetapi, sebagai tokoh saya harus meminta maaf kepada tokoh nasional,” kata Amon yang meminta maaf. 

Jika sebelumnya menghina Risma, kini Amon pun berbalik memberikan pujian setinggi langit kepada Menteri Sosial dan Mantan Wali Kota Surabaya itu. Apa yang diucapkan Amon ini, benar-benar kontras 180 derajat dari apa yang dia ucapkan sebelumnya. 

“Dan saya sangat bangga dengan Ibu Risma. Ketika beliau menjadi Wali Kota Surabaya, saya cukup bangga. Karena waktu pesawat hilang, masyarakat saya juga ada satu yang mati. Jadi saya mohon maaf,” ungkap Amon. 

Meski Amon telah melakukan permintaan maaf, pihak PDIP tidak bergeming. Pihaknya pun tetap mencabut dukungan terhadap Amon dan telah mereka tuangkan dalam surat resmi bernomor 2922/IN/DPP/VI/2021, yang diteken oleh Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.