google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Varian Virus Corona Baru BV-1 Berasal Dari Amerika Serikat

Varian BV-1, virus corona jenis baru

Sekarang ini India sedang menjadi pusat perhatian bagi seluruh masyarakat dunia karena infeksi virus corona. Meskipun demikian adanya, beberapa negera dengan jumlah penduduk terbesar lainnya telah melaporkan terkait dengan varian baru dari virus corona, yakni Amerika Serikat. Seperti yang diketahui, varian virus corona yang baru kali ini ditemukan oleh ilmuan di negara adidaya tersebut dan diberikan nama BV-1. Apakah jenis varian baru ini sama halnya dengan jenis yang lainnya lebih mudah menular? Lalu, bagaimana efektivitas dari vaksin untuk mengatasi varian baru virus corona satu ini?

Virus Corona Terbaru Asal Amerika Serikat, Apakah Resisten Terhadap Antibodi?

Dilansir dari berbagai sumber yang sudah ada, para ilmuwan di Global Health Research Complex, Texas A&M University, Amerika Serikat, telah menyatakan bahwa mereka berhasil mendeteksi varian virus corona terbaru. Bukan hanya sekedar varian biasa saja, jenis satu ini menunjukkan tanda lebih menular, gejala lebih parah serta tampaknya kebal terhadap antibodi. Varian virus corona baru BV-1 ini diberikan nama sesuai dari daerah asalnya, yakni Brazos Valley.

Varian virus corona terbaru ini telah ditemukan melalui skrining virus corona yang rutin dilakukan oleh Texas A&M University melalui sampel air liur salah seorang siswa mudah yang mengalami gejala flu ringan. Siswa ini dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 5 Maret lalu. Kemudian, ia dites kembali di tanggal 25 Maret dan tetap hasilnya masih positif.

Hal ini juga menunjukkan, adanya kemungkinan jenis baru yang mampu menyebabkan infeksi yang relatif lebih lama, khususnya bagi orang muda. Gejala flu ringin ini sudah dirasakan dan akhirnya menghilang pada tanggal 2 April lalu. Pada saat di tes lagi pada tanggal 9 Aprtil, barulah ia mendapatkan hasil negative Covid-19.

Ben Neuman selaku Kepala Viroloh Texas A&M, mengatakan bahwa ia beserta dengan tim masih belum mengetahui secara pasti varian virus corona terbaru BV-1. Akan tetapi, disinyalir varian ini memiliki kombinasi mutasi yang serupa dengan varian virus corona yang lainnya sudah diberitahukan secara internasional.

Varian baru virus corona BV-1 ini menggabungkan penanda genetik yang masing – masingnya bisa menyebabkan penularan yang begitu cepat, penyakit menjadi lebih parah serta ketahanan tinggi terhadap antibodi. Sementara itu, meskipun ada kelangkaan vaksin global, negara – negara kaya menolak untuk melepaskan ha katas vaksin virus corona yang mereka miliki. Pihaknya akan terus menyimpan stok vaksin dikarenakan khawatir akan mengalami kejadian yang parah seperti di India.

Para ilmuwan juga sudah melaporkan, mereka telah menyerahkan berkas makalah temuan virus corona varian baru BV-1 ini kepada pihak Centers for Disease Control and Prevention atau CDC. Laporan ini dibuat bertujuan untuk memberikan peringatan kepada pemerintah supaya menekan penyebaran dari varian virus corona yang lebih ganas.

Lalu, Bagaimana Efektivitas Vaksin Terhadap Varian Baru Virus Corona BV-1?

Sebenarnya labolatorium Amerika Serikat sudah mengidentifikasi banyaknya mutasi virus corona ini melalui program pengurutan genetic. Dari sekian banyaknya susunan genetic yang ada, tipe baru ini ditemukan terbilang sangat membuat prihatin dan juga mengkhawatirkan.

Kepada awak media, Neuman menjelaskan, ‘’Kami masih belum bisa mendeteksi lebih banyak lagi contoh dari varian ini. Pengembangan atau pun pegujian virus juga masih belum bisa dilakukan dengan cara apa pun. Pengumuman ini murni didasarkan pada analisis urutan genetic yang telah dilakukan dari labolatorium.’’

Dengan demikian, masih belum bisa dipastikan untuk efek virus corona baru ini terhadap vaksin virus corona yang sudah ada sekarang ini.

Di sisi yang lain, para ilmuwan yang ada di labolatorium Texas A&M University memberikan pendapatnya, varian baru virus corona ini bisa saja memiliki hubungan dengan strain B.1.1.7 yang berasal dari Inggris. Strain Inggris ini merupakan penyebab infeksi mayoritas yang ada di Amerika Serikat. Virus corona tersebut sudah terbukti mampu menurunkan efektivitas vaksin Covid-19.

Dokter Devia Irine Putri juga menjelaskan, meskipun masih dalam tahapan penelitian lebih lanjut dan masih belum diketahui secara pasti, hal ini bisa kita jadikan sebagai sebuah peringatan untuk selalu berhati – hati dan tetap waspada.

‘’Selain lebih cepat menular, mungkin saja varian baru ini lebih berbahaya dikarenakan ia kebal terhadap antibodi yang sudah terbentuk. Apa pun varian virus corona yang ditemukan, penyakit ini memang harus selalu diwaspadai,’’ jelas dokter Devia.

Ia juga menambahkan, ‘’Kita semua tidak boleh meremehkan varian apa pun itu. Bukan berarti jika nantinya varian ini terbukti tidak terlalu berbahaya, kita semua bakalan mengendorkan protokol kesehatan. Kita tidak pernah tahu akan berhadapan dengan varian virus corona yang mana. Maka dari itulah, tetap waspada menjadi kunci paling penting.’’