google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Virus Corona Dapat Bermutasi Sebanyak 32 Kali Dalam Tubuh Manusia

Virus corona ini semakin cepat mengalami mutasi hingga dianggap cukup berbahaya. Pada keadaan yag seperti ini, tentu saja bisa berakibat buruk dalam hal pengendalian pandemi Covid-19.

Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah kasus yang cukup mengejutkan berbagai pihak terjadi di Afrika. Seorang wanita berumur 36 tahun dikabarkan sedang membawa mutasi virus corona sebanyak 32 kali di dalam tubuhnya.

Lalu, bagaimana virus corona ini dapat bermutasi secara berlebihan di dalam tubuh wanita tersebut?

Penyebab Virus Corona Bisa Bermutasi Sebanyak 32 Kali

Melansir dari India Today, mutasi virus corona sebanyak 32 kali ini ditemukan pertama kali oleh para peneliti yang berada di Afrika Selatan. Mereka pun mencurigai bahaya dari mutasi pada wanita tersebut dengan penyakit HIV tingkat lanjut.

Setelah dilakukan penelitian yang mendapat, ternyata wanita tersebut sudah membawa virus corona ini selama 216 hari atau sekitar 7 bulan di dalam tubuhnya.

Menurut dokter Arina Heidyana, hingga saat ini pun penelitian masih tetap dilakukan. Belum bisa dipastikan apa sebenarnya penyebab dari mutasi virus corona secara berlebihan di dalam tubuh wanita itu. Namun, ada beberapa peneliti yang menilai hal tersebut bisa diakibatkan oleh penyakit HIV yang sedang diderita oleh si pasien.

‘’Diketahui jika wanita tersebut sedang menderita HIV. Untuk penderita HIV, sistem imunnya itu bisa jadi menurun atau pun tidak efektif lagi. Hal itulah yang bisa dicurigai, sehingga virus corona ini masih tetap bertahan di dalam tubuhnya hingga bemutasi puluhan kali,’’ jelas dokter Arina.

Kejadian ini pun sudah dimuat dalam jurnal medis medRxiv. Berdasarkan dari laporan tersebut, wanita ini sudah didiagnosis menderita HIV sejak tahun 2006 silam, serta sistem kekebalan tubuhnya terus mengalami penurunan secara bertahap dari waktu ke waktu.

Pada bulan September 2020 lalu, wanita tersebut sudah terinfeksi virus corona. Ternya, ia tidak menyadari jikalau virus corona ini mengalami mutasi terus – menerus di dalam tubuhnya.

Para peneliti pun menilai, beberapa dari mutasi virus corona yang sudah terjadi di dalam tubuh wanita tersebut telah terlihat pada varian yang sudah diumumkan sebelumnya, seperti halnya N510Y dan juga E484K.

Hingga sekarang ini, para peneliti pun masih belum bisa mengetahui secara pasti apakah mutasi tersebut bisa dengan mudah ditularkan dari orang ke orang atau kah tidak.

Akan tetapi, beberapa waktu yang lalu sudah ditemukan varian baru dari virus corona di provinsi KwaZulu – Natal, Afrika Selatan. Satu dari empat orang yang terinfeksi ini adalah penderita HIV positif.

Adapun temuan baru ini membuat para peneliti kian khawatir. Jikalau lebih banyak lagi kasus varian baru ini terus ditemukan pada pasien HIV, maka bisa saja pasien HIV tahap lanjutan dapat menjadi penyebaran varian virus corona baru.

Bisakah Semua Orang Mengalami Mutasi Virus Corona Secara Berlebihan?

Seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter Arina, pada penelitian tahap awal, mutasi dari virus corona secara berlebihan ini dapat dialami oleh orang yang sedang menderita imunosupresi atau immunocompromised. Salah satu contohnya adalah para penderita HIV.

Dilansir dari South China Morning Post, dokter Juna Ambrosini, seorang professor penyakit menular di University of Barcelona, mengatakan wanita yang sedang mengalami mutasi virus corona sebanyak 32 kali ini memang sedang mengalami imunosupresi.

Imunosupresi ini merupakan suatu kondisi berkurangnya sistem kekebalan tubuh seseorang yang bisa membuatnya menjadi tampak lebih lemas dan mudah sekali sakit. Orang dengan imunosupresi ini sangat disarankan untuk selalu mengonsumsi obat imunosupresan untuk bisa membantu sistem imun tubuhnya menjadi lebih kuat lagi.

Seorang ahli genetika di University of KwaZulu – Natal, Tulio de Oliveira, ikut mengatakan pasien yang sedang mengalami imunosupresi ini bisa membawa virus corona lebih lama dibandingkan dengan yang lainnya.

Sampai sekarang ini pun, penelitian lebih lanjut lagi masih tetap dilakukan untuk bisa menemukan kemungkinan orang dengan penyakit HIV ini menghasilkan varian baru dari virus corona yang dapat pula menyebabkan gelombang infeksi yang lainnya.

Cara Pencegahan Dari Mutasi Virus Corona

menurut dokter Arina, untuk bisa mencegah mutasi dari virus corona pada orang yang sehat ini bisa dilakukan dengan cara mengaja sistem imun tubuh yang kuat. Caranya adalah dengan rajin berolahraga, selalu makan makanan bergizi seimbang, serta usahakan untuk berisitirahat cukup.

Selain itu juga, pastikan untuk selalu menerapkan protocol kesehatan, selalu menggunakan masker saat ke luar dari rumah, rajin pula untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dengan orang lain.

Bagi penderita HIV atau pun orang yang sedang mengalami imunosupresi, tentu saja harus rutin control ke dokter supaya penyakit tersebut bisa dikendalikan dan rutin konsumsi obat yang sudah diresepkan dokter.