Wajah Baru AS Roma di Bawah Asuhan Daniele De Rossi

Daniele De Rossi
Daniele De Rossi buat AS Roma berbeda 180 derajat dari saat masih diasuh Jose Mourinho.

cr photo: Footballium.

AS Roma seolah memiliki wajah baru usai dilatih sosok manajer baru, Daniele De Rossi, meski di laga terakhir dipecundangi Inter, dalam laga tersebut terlihat karakter berbeda dari Roma setelah ditinggal Jose Mourinho. Nama Daniele De Rossi resmi ditunjuk oleh manajemen AS Roma sebagai pelatih anyar mereka setelah mereka memecat Jose Mourinho di awal tahun ini. Para suporter Roma jelas tak asing dengan sosok De Rossi yang memang merupakan salah satu legenda AS Roma juga. Bersama De Rossi, Roma menunjukkan perubahan gaya bermain dari reaktif saat di bawah asuhan Mourinho, menjadi jauh lebih proaktif dan adatif saat ini.

Pada laga terbaru AS Roma, mereka memang harus melakoni laga berat ketika menjamu pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan. Meskipun laga tersebut dimainkan di Olimpico, namun Inter memang lebih diunggulkan untuk bisa meraih kemenangan. Sepanjang duel berlangsung, sebenarnya Roma bermain sangat baik dan tak terkungkung di bawah tekanan hebat Nerazzuri. Sayangnya memang efektifitas menjadi segalanya di laga kali ini, sehingga di akhir pertandingan Il Lupi harus menyerah dari sang tamu dengan skor cukup mencolok, yaitu 2-4.

Dengan hasil kekalahan ini, Roma harus turun satu strip ke posisi 6 klasemen sementara Liga Italia. Meskipun demikian, Serigala Ibukota masih memiliki peluang sangat terbuka untuk bisa berkompetisi di Eropa musim depan. Hasil kekalahan ini juga menghentikan honeymoon period Roma setelah kursi kepelatihan mereka diambil alih Daniele De Rossi, yang mana Roma sempat meraih tiga hasil kemenangan secara beruntun. Kekalahan Roma atas Inter ini tak disesali oleh sang pelatih dengan memberi respon yang cukup positif namun masih kritis.

Karakter Kuat De Rossi

Semenjak berganti pelatih dari Jose Mourinho ke Daniele De Rossi, Roma juga seolah terlihat berganti wajah. Filosofi yang diterapkan oleh De Rossi nampak jauh berbeda dari Mourinho. De Rossi sendiri memang memiliki pemahaman lebih baik tentang Roma mengingat ia adalah pemain paling loyal kedua sepanjang sejarah klub di bawah sang legenda ibukota Italia, yaitu Francesco Totti.

Jika selama dilatih Jose Mourinho, Roma kerap merasa inferior di hadapan tim tim kuat seperti Inter Milan atau Juventus, kini bersama De Rossi, Roma berusaha menghilangkan sifat tersebut. Hal itu sudah mereka tunjukkan saat bertemu Inter akhir pekan lalu. Meski akhirnya mereka kalah, namun di laga tersebut Inter sempat dibuat sangat kepayahan oleh Roma terutama di sepanjang babak yang pertama.

Selain itu perubahan yang bisa dilihat kasat mata lainnya adalah mengenai formasi dan skema permainan yang dipilih. Roma di bawah asuhan Mourinho identik dengan permainan defensif dan reaktif serta menggunakan pakem 3-5-2 dan turunannya. Sedangkan bersama De Rossi, Roma bermain lebih proaktif dan agresif dengan skema 4-3-3 yang memang sebelumnya jadi identitas Roma ketika De Rossi sendiri masih aktig sebagai pemain Gialorossi.

Komentar Daniele De Rossi

“Saya memiliki mentor, yaitu seorang Luciano Spaletti, dia selalu berkata bahwa sesudah menderita kekalahan kalian harus tetap melakukannya dengan baik, tapi tetap tidak boleh ada pujian. Ketika kalian kalah, segera pulang, dan itu artinya kalian harus mengerjakan sesuatu. Laga ini sangat seimbang, tetapi akhirnya Inter lah yang menang. Itu artinya kami harus meraih level mereka, kami akan menganalisa laga ini dan mengoreksi kekurangannya.” kata De Rossi dilansir dari lama Football Italia.

“Kami memang harus berani menyerang, tapi kami juga harus paham di momen seperti apa kami harus bertahan kemudian melancarkan serangan balik. Itulah yang dinamakan sepak bola.” jelasnya.