google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Wajib Diketahui, Inilah Cara atau Metode Diagnosis dari Infeksi Virus Corona

metode diagnosis infeksi virus corona
Metode Diagnosis dari Infeksi Virus Corona

Pandemi Covid-19 masih tetap menimbulkan kepanikan di seluruh lapisan masyarakat karena gejala yang muncul hampir mirip dengan penyakit lainnya sehingga sulit dideteksi. Memang biasanya tanda – tanda dari gejala yang muncul dan terjadi ini lebih dominan ke gangguan pernapasan. Akan tetapi, bagaimana dengan orang yang tidak sedang sehat dalam tenggorokannya hingga mengalami anosmia? Apakah sudah dapat dipastikan terkena infeksi virus corona?

Untuk memastikannya, harus diperlukan beberapa metode supaya dapat mendiagnosa infeksi dari virus corona.

Beberapa Metode Pemeriksaan Untuk Diagnose Covid-19

Tanda atau pun gejala dari Covid-19 ini bisa terlihat setelah dua sampai 14 hari pasca terinfeksi virus corona. Pada saat individu terinfeksi dan sebelum mengalami gejala, maka kondisi ini disebut dengan istilah masa inkubasi.

Adapun gejala yang paling umum disarankan oleh seseorang yang mendapatkan diagnosa dari infeksi virus corona ini, seperti halnya batuk – batuk, demam tinggi, rasa lelah hingga tidak dapat mencium bau atau berkurangnya kinerja indera penciuman. Akan tetapi, hal tersebut bisa saja dirasakan untuk beberapa jenis penyakit yang lainnya.

Sementara itu, beberapa gejala klinis dari Covid-19 dengan tingkat sedang hingga parah, di antaranya adalah :

  • Munculnya ruam di kulit
  • Nyeri pada otot
  • Tubuh mengalami panas dan dingin
  • Sesak napas atau pun kesulitan dalam bernapas
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada dada
  • Mual – mual hingga muntah
  • Diare

Memang untuk tingkat keparahan dari gejala klinis infeksi virus corona ini berada di kisaran yang sangat ringan sampai dengan parah. Bahkan, sebagian orang pun memiliki sedikit gejala atau tidak merasakan gejala sama sekali. Di sisi yang lainnya, seseorang pun dapat mengalami gejala yang cukup buruk, seperti halnya sesak napas yang parah dan juga pneumonia, yang muncul seminggu setelah gejala awal dirasakan oleh pasien.

Lantas, metode apa saja yang cukup jitu dalam hal melakukan diagnose infeksi dari virus corona ini? Berikut ini ada beberapa metode dari pemeriksaan yang mungkin bisa dijadikan pilih.

1. Tes Virus

Pemeriksaan dengan tes virus ini mempunyai tujuan untuk dapat mendeteksi virus dengan cara pengambilan sampel pernasaran, seperti dengan swab dari dalam hidung manusia. Cara dari tes virus ini cenderung cukup efektif untuk mendeteksi infeksi dari virus corona yang dapat menyebabkan Covid-19.

Sementara itu, waktu yang dibutuhkan untuk memeroleh hasil dari pemeriksaan tersebut mungkin dibutuhkan beberapa jam sampai dengan beberapa hari bila diperlukan analisa langsung di laboratorium.

Salah satu dari contoh tes virus ini adalah RT – PCR. Cek lab untuk virus corona ini mempuntai akurasi yang cukup tinggi dalam hal mendiagnosa virus corona dalam tubuh manusia.

2. Tes Antigen dan juga Antibodi

Cara mendiagnosa infeksi virus corona adalah dengan menggunakan tes rapid antigen, yakni suatu metode pemeriksaan dengan mendeteksi sistem imun tubuh yang sudah membentuk antibody yang disebabkan oleh virus corona.

Metode ini pun disebut juga dengan nama swab antigen karena proses pengambilan sampel lender pada bagian hidung atau pun tenggorokan. Hasil pemeriksaan dengan menggunakan rapid test antigen ini hanya sebentar dan juga tingak efektivitasnya di bawah sedikit dari RT – PCR.

Pilihan yang lainnya adalah dengan tes antibodi. Untuk tes satu ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah untuk dapat memastikan ada atau tidaknya virus corona di dalam tubuh manusia. Metode ini memang tidak disarankan untuk digunakan kembali dikarenakan memerlukan waktu sekitar satu sampai dengan tiga minggu setelah infeksi virus corona ini membentuk antibodi sehingga sekarang sudah tidak efektif lagi. Contoh dari tes ini adalah rapid test.

3. Pemeriksaan Dengan Radiologi

 Untuk metode pemeriksaan yang lainnya bisa dilakukan adalah dengan cara pemeriksaan dari radiologi. Metode pemeriksaan ini biasanya menggunakan sinar-X untuk dapat menghasilkan gambar dari organ tubuh yang diinginkan.

Dalam kasus infeksi Covid-19 ini biasanya dilakukan tepat di area bagian dada atau pun paru – paru. Adapuan beberapa contoh dari pemeriksaan radiologi untuk memastikan ada atau tidaknya virus corona di dalam tubuh manusia adalah :

Rontgen dada : Diagnosa dari virus corona dengan rontgen dada ini memiliki tingkat efektivitas sekitar 57 sampai dengan 89 persen. Di samping itu pula, diagnose yang salah untuk seseorang dengan kondisi sehat ini menunjukkan angka sekitar 11 hingga 89 persen.

USG Organ Paru – paru : diagnose dari infeksi virus corona dengan angka menyentuh 96 persen ini adalah pemeriksaan dengan ultrasonografi ke bagian paru – paru. Meskipun demikian, angka dari metode ini salah untuk mendiagnosa paparan virus corona sekitar 38 persen.

CT Scan pada Dada : Cara ini disebutkan cukup efektif untuk dapat mendiagnosa virus corona di dalam tubuh manusia dengan angka sekitar 89,9 persen. Sementara itu, metode ini dapat salah dalam mengidentifikasi sekitar 38 persen pada orang yang tidak terinfeksi virus corona.

Sekarang kita semua sudah mengetahui cara yang efektif untuk mendiagnosa infeksi virus corona di dalam tubuh manusia. Bila Anda memiliki gejala di atas, sebaiknya untuk segera melakukan pemeriksaan, supaya mendapatkan penanganan lebih tepat.

Mengenal 3 Jenis Alat Tes Virus Corona yang Sudah Digunakan di Indonesia

Cara untuk memastikan seseorang sudah terinfeksi virus corona atau tidak, ada beberapa jenis tes yang bisa dilakukan. Hampir seluruh Negara sekarang ini sudah mempunyai cara tersendiri dalam melakukan tes dan beberapa tes ini sudah banyak dikembangkan.

Sebelum melakukan tes Covid-19, penting sekali untuk mengetahui bahwa masing – masing negera pun memiliki prioritas tersendiri dalam hal melakukan tes. Hal ini disebabkan banyak pihak, tidak semua orang perlu melakukan tersebut tersebut.

Seperti halnya kebijakan dari berbagai Negara, mereka tidak perlu lagi melakukan tes dengan orang yang tidak memiliki gejala sama sekali atau pun hanya menunjukkan gejala ringan dan bisa pulih dengan sendirinya di rumah.

Tes Covid-19 Untuk Diagnosa di Indonesia

Khusus di Indonesia, pemerintah dalam waktu dekat ini sudah menambah jenis tes pemeriksaan untuk virus corona Covid-19. Pemerintah akan menggunakan TCM atau Tes Cepat Molekuler, yakni salah satu dari jenis tes yang sebelumnya dapat digunakan untuk para pasien penyakit TBC.

Tes ini pun menambah pemeriksaan yang selama ini sudah dipakai, seperti PCR atau polymerase chain reaction dan juga rapid test. Jadi sampai saat ini pemerintah sudah memiliki tiga jenis alat tes pemeriksaan, yaitu TCM atau tes cepat molekuler, PCR dan juga rapid tes. Inilah penjabaran lengkap mengenai ketiga alat tes Covid-19.

1. TCM atau Tes Cepat Molekuler

Sebelumnya, TCM ini digunakan untuk membantu tenaga medis mendiagnosis penyakit tuberculosis atau TBC dengan berdasarkan pada pemeriksaan molekuler.

Metode pemeriksaan Covid-19 ini pun menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat yang berbasis cartridge.

Virus corona atau SARS-CoV-2 ini diidentifikasi pada RNA yang menggunakan cartride lebih khusus. Untuk hasil tes ini tergolong sangat cepat dikarenakan bisa diketahui hasilnya dalam waktu kurang lebih sekitar dua jam.

Anda pun bisa melakukan pemeriksaan TCM ini di 132 rumah sakit dan beberapa puskemes yang sudah ditunjuk.

2. PCR atau Polymerase Chain Reaction

Jenis alat pemeriksaan untuk bisa mendeteksi virus corona ini bakalan menggunakan sampel lender dari tenggorokan atau pun hidung. Dua lokasi tersebut sengaja dipilih karena menjadi tempat virus akan menggandakan dirinya.

Namun, ada beberapa sampel seperti sampel cairan dari saluran pernapasan bawah atau pun mengambil sampel tinja juga dapat menjadi pilihan dalam tes PCR. Virus yang aktif akan mempunyai material genetika yang dapat berupa RNA maupun DNA.

Sementara itu, untuk virus corona ini, material genetic disebut dengan RNA. Material inilah yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga dapat dideteksi.

Berbeda halnya dengan TCM, metode pemeriksaan PCR ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk bisa mendapatkan hasil karena akan melalui dua kali proses, yakni amplifikasi dan juga ekstraksi.

3. Rapid Test

Pemeriksaan dengan rapid test ini menggunakan sampel darah manusia untuk diuji yang mana berbeda dengan dua jenis pemeriksaan di atas. Darah yang digunakan untuk mendeteksi imunoglobuli, yaitu antibodi yang sudah terbentuk ketika tubuh manusia sudah mengalami infeksi.

Rapid test ini dapat dilakukan di mana saja dan waktu yang relatif singkat untuk mendapatkan hasilnya, yaitu sekitar 15 sampai 20 menit saja.

Akan tetapi, tes ini memiliki kelemahan dikarenakan dalam menghasilkan kondisi saat hasil tesnya negative meskipun sebenarnya positif. Kadang hal tersebut bisa saja terjadi ketika tes ini dilakukan kurang dari 7 hari setelah seseorang terinfeksi virus corona.

Itu beberapa dari jenis tes untuk dapat mendeteksi virus corona yang sudah digunakan oleh Indonesia. Jika Anda sedang mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam dan radang tenggorokan, segera pastikan bahwa sakit Anda bukan karena Covid-19.