google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Waspada Penyakit Asma Dapat Memperparah Gejala Covid-19

Kompas.com

Covid-19 menjadi hal yang paling wajib untuk dihindari oleh para pengidap penyakit asma. Apabila terinfeksi virus corona, maka mereka akan berisiko mengalami gejala yang relatif cukup parah. Selain itu juga, penyakit asma ini pun dapat pula meningkatkan risiko penderitanya mengalami komplikasi dari Covid-19.

Covid-19 ini merupakan salah satu penyakit yang harus selalu diwaspadai untuk sekarang, terlebih lagi bagi mereka yang sedang menderita penyakit asma. Hal ini pun dikarenakan penyakit asma ini diketahui sebagai salah satu dari masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gejala Covid-19 jadi semakin parah.

Seperti yang sudah diketahui bahwa Covid-19 ini termasuk jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona atau SARS – CoV – 2 yang mudah sekali menular. Penyakit ini pun utamanya menyerang sistem pernapasan, hingga orang dengan menderita asma sedang sampai berat yang terpapar Covid-19 mungkin akan lebih berisiko mengalami gejala parah.

Oleh karena itu, para penderita penyakit pernapasan satu ini pun harus selalu berhati – hati terhadap infeksi dari virus corona dengan cara melakukan berbagai macam tindakan pencegahan serta mengendalikan penyakit asma yang diderita.

Ketahui Dampak Dari Covid-19 Pada Penderita Penyakit Asma

Penyakit asma ini merupakan suatu kondisi dari organ paru – paru kronis yang dapat memengaruhi saluran udara dan juga menyebabkan terjadinya peradangan. Kondisi ini bisa juga menyebabkan kejang – kejang, serta penyempitan saluran udara yang bisa mengakibatkan sesak napas, batuk dan juga mengi.

Pada umumnya, saat seseorang sedang tertular infeksi virus yang menyebabkan masalah pada saluran pernapasan, infeksi ini pun akan langsung memicu respons imun tubuh. Akan tetapi, untuk para pengidap asma, hal tersebut bisa juga menyebabkan produksi zat secara berlebihan yang mana hanya akan memperburuk peradangan saja.

Mungkin sedikit berbeda untuk kasus Covid-19, infeksi virus ini pun hanya akan menyebabkan proses peradangan di dalam jaringan organ paru – paru, daripada peradangan bronkial yang terjadi pada penyakit asma.

Untuk penderita penyakit asma, infeksi dari saluran pernapasan ini seperti halnya Covid-19 dapat pula memicu serta memperburuk gejala dari penyakit asma.

Menurut CDC atau Centers for Disease Control and Prevention, penyakit tersebut bisa pula menyebabkan pneumonia kepada seseorang dengan penyakit asma sedang hingga berat. Akan tetapi, sampai sekarang ini pun masih belum cukup bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa para penderita penyakit asma ini lebih berisiko untuk tertular Covid-19 dibandingkan orang lain.

Penting sekali untuk diperhatikan oleh para penderita asma agar selalu lebih waspada terhadap Covid-19. Hal tersebut dikarenakan CDC juga sudah menjelaskan bahwa para pengidap penyakit pernapasan ini akan jauh lebih berisiko cukup tinggi untuk mengalami komplikasi dari Covid-19, daripada mereka yang sedang mengidap infeksi pernapasan yang lainnya, seperti penyakit flu.

Itulah alasannya mengapa seseorang yang sedang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti halnya asma, sangat dianjurkan untuk segera memeroleh vaksin virus corona secepat mungkin.

Inilah Bahaya Jika Penderita Asma Terinfeksi Virus Corona

Penyakit asma ini memanglah bukan termasuk dalam faktor risiko yang begitu kuat untuk terpapar Covid-19. Akan tetapi, penyakit asma yang tidak terkontrol dengan baik pun dapat pula menyebabkan penyakit yang lebih serius lagi ketika pengidapnya sedang tertular Covid-19.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) juga beranggapan bahwa seseorang dengan penyakit asma sedang hingga berat mempunyai risiko yang relatif lebih tinggi untuk mengalami gejala parah ketika terinfeksi viruss corona. Hal tersebut dikarenakan virus corona yang masuk ke dalam tubuh bisa langsung memengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan juga bawah, termasuk pula tenggorokan, hidung dan juga paru – paru.

Sementara itu, bagi para pengidap asma yang telah memiliki masalah dalam pernapasan yang diakibatkan oleh kondisi serupa. Infeksi dari virus corona ini pun dapat pula memicu serangan asma atau pun menyebabkan pneumonia atau penyakit pernapasan akut yang lainnya.

Oleh karena itulah, penderita asma pun dianjurkan untuk selalu konsumsi obat asma secara rutin selama masa pandemi virus corona. Dengan menjaga diri supaya gejala asma ini masih bisa dikendalikan, maka salah satu langkah yang tepat bisa dilakukan oleh penderita agar lebih melindungi diri dari bahaya infeksi virus corona.

Gejala Infeksi Covid-19 Yang Mesti Diwaspadai

Infeksi virus corona ini dapat menular begitu mudahnya dari orang ke yang lainnya melalui kontak erat dengan percikan air liur yang sudah terinfeksi. Seseorang yang sudah terinfeksi pun besar kemungkinan bisa menularkan virus ini bahkan sebelum merasakan gejala infeksi.

Sementara itu, beberapa dari penderita Covid-19 yang lainnya mungkin saja tidak menunjukkan gejala infeksi, namun masih tetap bisa menularkan virus corona kepada orang lain.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala dari Covid-19 ini bisa saja muncul sekitar 2 hingga 14 hari sesudah terinfeksi virus corona. Adapun gejala yang paling umum dirasakan oleh penderitanya, seperti :

  • Batuk – batuk
  • Nyeri pada otot
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Demam tinggi
  • Hilangnya kemampuan mengecap rasa dan mencium bau, hingga
  • Meriang

Akan tetapi, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit asma pun harus waspada dengan gejala tambahan lainnya, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Rasa sesak di dada atau pun meningkatnya mengi
  • Sesak napas
  • Lebih sering memakai inhaler untuk segera mengatasi gejala sesak napas
  • Batuk – batuk pada pagi hari atau pun malam hari.

Apabila Anda sedang menderita penyakit asma dan merasakan gejala infeksi virus corona seperti di atas, maka segera lakukan isolasi mandiri guna mencegah penyebaran dari virus tersebut. Anda pun dapat langsung konsultasi dengan dokter untuk segera menanyakan beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan supaya mencegah gejala yang lebih parah.

Mengenal Perbedaan Sesak Napas Pada Penderita Asma Dan Covid-19

Penyakit asma dan infeksi virus corona merupaka dua penyakit yang sama – sama menyerang organ paru – paru. Pada para penderita Covid-19, virus corona ini akan langsung menyerang saluran pernapasan dan juga mengakibatkan gejala sesak napas bisa muncul. Hal yang serupa juga akan dirasakan oleh penderita penyakit asma.

Lantas, apa yang membedakan antara sesak napas pada penderita Covid-19 dengan penyakit asma?

Sesak ketika bernapas ini merupakan salah satu dair gejala yang muncul pada saat seseorang sudah terinfeksi virus corona. Hal tersebut juga bisa menimbulkan khawatir yang berlebihan sehingga seluruh gejala yang serupa pun akan langsung diarahkan kepada infeksi virus corona.

Padahal, untuk penderita asma pun juga mempunyai gejala yang serupa. Lalu, apa saja perbedaan antara sesak napas antara penderita asma dan pengidap Covid-19?

  • Untuk penderita asma akan merasakan sesak napas dibarengi dengan mengi serta batuk – batuk, sedangkan untuk gejala Covid-19 tidak.
  • Gejala asma yang muncul pun biasanya dikarenakan adanya pemicu tersendiri, serta lebih mudah untuk dikenali oleh para penderitanya.
  • Bagi pengidap infeksi virus corona jarang sekali diawali oleh gejala sesak napas, melainkan demam tinggi, tidak enak badan, meriang disertai pula dengan rasa nyeri pada sendi.

Para penderita infeksi virus corona, gejala dari sesak napas pun akan segera muncul setelah 5 hari dari gejala awal yang sudah dirasakan. Hal tersebut juga biasanya akan dialami oleh para penderitanya dengan usia yang lebih muda.

Sedangkan untuk orang tua maupun lansia, rasa sesak ketika bernapas ini bisa muncul dalam waktu sekitar 2 hingga 3 hari saja sesudah gejala awal dirasakan penderitanya.

Sesak napas ini pun akan lebih mudah sekali muncul jikalau dibandingkan dengan orang berusia lebih muda, hal ini dikarekan faktor sistem imun tubuh yang cenderung akan menurun pada saat lanjut usia.

Untuk gejala dari penyakit asma ini biasanya akan lebih mudah mereda dengan sendirinya. Akan tetapi, jikalau gejala tersebut tidak kunjung membaik dalam kurun waktu kurang lebih dari seminggu, maka sebaiknya Anda bisa langsung memeriksakan diri ke dokter melalui fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Hal ini disebabkan gejala yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan maka bisa saja bertambah menjadi lebih parah sehingga dapat pula membahayakan nyawa pada penderitanya.